Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:22 WIB

Mendagri Minta Otak Penyerangan Kantornya Diungkap

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:14 WIB
Mendagri Minta Otak Penyerangan Kantornya Diungkap
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta aparat penegak hukum mengungkap pelaku dan otak dibalik aksi penyerangan di kantornya.

Sebab, massa aksi yang mengaku sebagai pendukung salah satu calon bupati Kabupaten Tolikara, Papua itu merusak fasilitas negara.

"Apapun (itu) proses hukum harus ditegakkan dan harus dibongkar siapa aktor yang menggerakkan mereka," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dengan adanya peristiwa ini, Tjahjo pun memberi perintah pada Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri untuk mencari akar masalah dan sapa yang mendanai massa itu. Dia menduga ada pihak yang dengan sengaja untuk memainkan isu ini.

"Siapapun harus kami lawan. Harus terungkap siapa dibelakang mereka siapa aktornya (indikasi sudah kelihatan muaranya Pilgub Papua)," kata dia.

Dugaan itu muncul karena sepanjang yang diketahui, warga asli Tolikara itu tidak demikian. Untun itu dia menduga kerusuhan yang terjadi karena ada yang mengotakinya.

Tjahjo juga sudah meminta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri untuk mencari akar masalah dan sapa yang mendanai massa itu.

"Saya pernah ke Toliara, orgnya baik-baik tidak seperti mereka yg merusak Kantor. Sudah saya jelaskan, Mendagri tidak bisa membatalkan keputusan hakim MK yang final mengikat," ujar dia.

Sebelumnya aksi penyerangan kemarin ada 10 orang luka-luka. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat untuk menjalani perawatan.

Tiga dari 10 korban penyerangan kantor Kemendagri menderita luka berat. Para korban merupakan pegawai negeri sipil serta petugas pengamanan lingkungan (Pamdal) Kemendagri.

Aksi penyerangan itu terjadi menjelang pertemuan antara perwakilan massa Barisan Merah Putih Tolikara dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono.

Pertemuan itu akan membahas sengketa Pilkada Tolikara yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi. Perwakilan tiba-tiba keluar ruangan saat pertemuan akan digelar. Selanjutnya, tanpa alasan, massa bergerak menyerang kantor Kemendagri.[jat]

Komentar

 
x