Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 01:56 WIB

Effendi Simbolon: Begal Harus Diberantas

Oleh : - | Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:10 WIB
Effendi Simbolon: Begal Harus Diberantas
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian dan Anggota DPR Effendi Simbolon - (Foto: inilahcom/Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Aksi begal dan maraknya perampokan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan harus segera diberantas.

"Jika dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu kegiatan investasi dan laju perekonomian," kata anggota DPR Effendi Simbolon, Kamis (12/10/2017).

Dia menjelaskan selama ini Kota Medan, ibu kotanya Provinsi Sumatera Utara, dikenal sebagai pusat perekonomian dan investasi Indonesia di luar Pulau Jawa. Jangan sampai prestasi itu direbut.

"Kota-kota lain yang sedang berusaha mengembangkan iklim investasinya lewat berbagai cara, termasuk dengan menekan kriminalitas untuk meningkatkan keamanan guna memikat investor.

Pihak kepolisian mencatat, khususnya Kota Medan telah terjadi 77 kasus begal sepanjang Januari-September 2017. Sebanyak 62 kasus berhasil diungkap.

Kasus begal itu tetap saja terjadi, sebagaimana sepekan lalu tiga warga Kota Medan kembali menjadi korban aksi begal. Mereka adalah Wita Astuti (32 tahun) yang bekerja sebagai karyawan PT Ace Hardware, lalu seorang wiraswasta bernama Supriyanto (45 tahun), dan Lily (49 tahun) yang merupakan seorang guru SMA swasta Sutomo I. Ketiga korban mengalami luka parah bahkan ada yang patah tulang, sedangkan harta bendanya dilarikan para begal.

Para begal seolah tidak jera meski Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw sudah turun tangan menginstruksikan kepolisian di daerah ini untuk melakukan tindakan tegas terukur dalam memberantas para begal. Hasilnya, tiga orang terduga pelaku perampokan dan pembegalan terhadap dua driver angkutan berbasis daring (online) ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Meski sudah dilakukan tindakan tegas, pembegalan tetap juga terjadi, karena itu Polda Sumut mengaktifkan kembali Tim Khusus Anti Begal untuk upaya pencegahaan dan pemberantasan tindak kriminal tersebut.

Effendi Simbolon yang mendapat dukungan untuk maju dalam Pilgub Sumut nanti, memuji kebijakan tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam memberantas kasus begal tersebut. Dia mengimbau pihak kepolisian juga mesti mengejar sumber penyebab maraknya aksi kriminal.

"Proses hukum perlu ditegakkan dengan membawa terduga pelaku begal ke pengadilan, kecuali dia tertangkap tangan melakukan kejahatan itu dan memberikan perlawanan terhadap petugas polisi yang hendak mengamankannya," tuturnya.

Terpisah, pengamat Hukum Sumatera Utara (Sumut) Redyanto Sidi SH, MH. menjawab ada 2 faktor penyebab dan sekaligus menjadi tugas bagi pihak kepolisian untuk menciptakan kembali rasa aman dan nyaman.

Dia mengemukakan, polisi harus meningkatkan kegiatan pemberantasan begal sekaligus menekan peredaran narkoba dengan segera menangkap para bandar pengedarnya.

"Itu sebabnya kita sangat mendukung tindakan Kapolda yang mengaktifkan kembali Tim Anti Begal, dengan begitu Sumatera Utara kembali aman sehingga kegiatan perekonomian meningkat," kata Redyanto. [rok]

Komentar

 
x