Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:01 WIB

Suap Transmart, KPK Perpanjang Masa Penahanan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 12 Oktober 2017 | 01:36 WIB
Suap Transmart, KPK Perpanjang Masa Penahanan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Masa penahanan empat tersangka dalam kasus dugaan suap pemulusan perizinan Amdal untuk pembangunan Mall Transmart di Kota Cilegon, Banten diperpanjang.

Perpanjangan masa tahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus ini.

Adapun empat tersangka itu adalah, Wali Kota Cilegon, Banten non aktif Tubagus Irman Ariyadi (TIA), Kepala Dinas DPM PTSP Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira (ADP), Projek Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinata Utama (BDU), dan Hendy (HE) selaku pihak swasta.

"Dilakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka dugaan suap terkait dengan pengurusan perijinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon selama 40 hari," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Febri menjelaskan, perpanjangan iti terhitung sejak 13 Oktober samapi dengan 21 November 2017. Tubagus Irman usai diperiksa mengamini bahwa hari ini dilakukan perpanjangan tahanan bagi dirinya.

"Tadi ada perpanjangan penahanan," kata Irman usai diperiksa.

KPK sebelumnya menetapkan Tubagus Donny Sugihmukti (TDS) sebagai tersangka suap terhadap Wali Kota Cilegon, Banten Tubagus Irman Ariyadi (TIA). Suap berkaitan dengan pemulusan perizinan Amdal pembangunan Transmart di Cilegon, Banten.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira (ADP) Projek Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinata Utama (BDU), Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro (EWD) serta Hendy (HE) selaku pihak swasta sebagai tersangka.

Kasus ini terungkap saat sebagian dari tersangka terjaring opersi tangkap tangan pada Sabtu 22 September 2017 malam. Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,152 miliar.

Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen fee senilai Rp 1,5 miliar. Uang tersebut diberikan melalui transfer dari PT KIEC dan PT BA melalui Cilegon United Footbal Club agar dikeluarkan perizinan mall Transmart.[ivs].

Komentar

 
x