Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 21:20 WIB

Perusahaan Terjerat Kasus Korupsi Bisa Disita

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Oktober 2017 | 21:34 WIB
Perusahaan Terjerat Kasus Korupsi Bisa Disita
Plt Koordinator Unit Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK (Labuksi) Irene Putri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan, pihaknya bisa menyita aset-aset perusahaan atau korporasi yang menjadi tersangka korupsi. Sebab, korporasi itu yang menjadi tersangka kasus korupsi.

"Terhadap perusahaan-perusahaan, apalagi tersangkanya kan korporasi, aset-aset korporasi bisa kami sita untuk pembayaran uang pengganti yang diduga diterima korporasi," kata Plt Koordinator Unit Pelacakan Aset Pngelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK (Labuksi) Irene Putri, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

KPK Diketahui saat ini sudah menjerat PT Duta Graha Indonesia (DGIK) yang kini sudah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniiring pada kasus korupsi korporasi.

Selain aset perusahaan, jaksa juga bisa meminta kepada majelis hakim dalam sidang untuk mencabut izin usaha perusahaan yang nakal. Bahkan, KPK bisa menyita perusahaan tersebut. Menurut Irene yang juga Jaksa KPK, pihaknya pernah melakukan penyitaan sebuah perusahaan, kemudian dilelang dan berhasil terjual Rp 46 miliar.

"KPK bisa sita perusahaan. Kita sita pabriknya. Sudah dilelang dan laku Rp 46 miliar di daerah Riau. Izin usahanya juga bisa dicabut," kata Jaksa Irene.

KPK menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Dalam proyek tersebut, diduga memakan kerugian negara hingga Rp 25 miliar.

Perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terdakwa korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.

Komentar

 
x