Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 01:59 WIB

Penangkapan Hakim

Ikadin Berharap MA Ambil Hikmah

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:45 WIB
Ikadin Berharap MA Ambil Hikmah
Ketua Umum DPP Ikatan Advocad Indonesia (Ikadin) Sutrisno - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum DPP Ikatan Advocad Indonesia (Ikadin) Sutrisno mengatakan penangkapan terhadap Sudiwardono yang juga Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara yang dilakukan oleh KPK harus bisa diambil hikmahnya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA).

Sebab, penangkapan kepada Hakim Tinggi itu menunjukan bahwa pihak MA tidak baik dalam melakukan pembinaan terhadap hakim. Hal itu terbukti semaki banyaknya hakim yang terlibat kasus korupsi.

"Ini menunjukkan Mahkamah Agung RI tidak mampu untuk memberikan pembinaan terhadap aparat dibawahnya," kata Sutrisno di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Kedepan, dia berharap Mahkamah Agung (MA) mengambil langkah-langkah untuk mencegah hal itu tak terulang lagi. Sebab, apabila hal itu masih ada, maka yang tercoreng adalah lembaga peradilan.

"Kalau tidak ada perubahan apa-apa malahan suap semakin merajalela, hal ini dapat diartikan bahwa lembaga peradilan dibiarkan untuk langgengnya dan tumbuh suburnya praktik mafia peradilan," ujar Sutrisno.

Kemudian, lanjut dia, jika Gayus Lumbuun sebagai hakim agung mengetahui apa yang terjadi di MA, maka sudah seharusnya pendapat itu harus didukung sepenuhnya. Karena sikap itu merupakan upaya agar MA sebagai benteng terakhir peradilan harus benar-benar bersih dari praktek suap.

"Bangsa Indonesia membutuhkan badan peradilan yang bersih dari praktek mafia peradilan pada semua tingkatan. Jangan karena kebutuhan materi dari menerima suap maka nilai-nilai keadilan harus dikorbankan," kata Sutrisno.

Dia menilai terbongkarnya suap yang terus menerus pada lembaga peradilan ini secara tidak langsung telah menjatuhkan nama baik negara Indonesia termasuk bangsa Indonesia. Karena lembaga peradilan menjadi sarang praktek mafia peradilan yang hingga saat ini seolah-olah tidak bisa diberantas atau tidak ada sikap untuk membersihkan dari praktek suap.

"Ikadin sebagai organisasi profesi advokat mempunyai kepentingan terhadap lembaga peradilan yang bersih, sehingga setiap advokat ketika menjalankan tugas profesinya dalam litigasi tidak lagi dibayangi dengan praktek suap yang melibatkan panitera dan hakim pada semua tingkat peradilan," katanya. [rok]

Komentar

 
x