Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:08 WIB

Inilah Bidang Krusial Tiga Tahun Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:58 WIB
Inilah Bidang Krusial Tiga Tahun Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mayoritas lembaga survei menempatkan kepuasaan publik atas kinerja pemerintah. Hanya saja sejumlah bidang memiliki catatan merah yakni persoalan daya beli sembako, pengangguran, ketersediaan lapangan kerja serta angka kemiskinan.

Indikator Politik Indonesia (IPI) pimpinan Burhanudin Muhtadi melansir hasil temuannya yang digelar pada 17-24 Septemebr 2017. Terungkap mayoritas publik yakni 68,3 persen mengaku puas atas kinerja Presiden Jokowi. Hanya 29,5 persen publik yang mengaku tidak puas atas kinerja mantan Walikota Solo, Jawa Tengah ini. Mayoritas publik yakni sebesar 72,6 persen juga yakin terhadap kemampuan Jokowi dalam memimpin. Hanya 22,6 persen publik yang tidak yakin atas kemampuan Jokowi.

Kendati secara umum Jokowi dinilai positif oleh responden, namun sejumlah persoalan elementer dinilai publik hingga saat ini belum berhasil ditangani secara baik oleh Jokowi. Setidaknya, publik menilai persoalan tersebut masih dirasakan.

IPI mencatat, persoalan kebutuhan bahan pokok dinilai mayoritas publik semakin berat dipikul yakni sebesar 43 persen. Memang, angka ini jika disandingkan dengan temuan setahun lalu mengalami penurunan, karena tahun lalu publik yang merasa semakin berat akses terhadap sembako sebesar 55 persen. Hanya saja, jika dibandingkan dengan responden yang menilai masalah sembako semakin ringan lebih kecil yakni hanya 18 persen responden.

Temuan ini semestinya menjadi catatan serius pemerintahan Jokowi, karena persoalan sembako merupakan hal yang elementer bagi publik. Terlebih selama setahun ini publik menilai tidak ada perubahan signifikan.

Masalah lainnya yang mendapat rapor merah dari publik atas kinerja pemerintahan Jokowi yakni soal pengangguran. Separoh responden yakni 50 persen menilai pengangguran di tahun ketiga pemerintahan Jokowi ini semakin banyak. Bandingkan dengan penilian publik yang menilai pengangguran semakin berkurang hanya 20 persen.

Temuan lainnya soal lapangan pekerjaan yang mayoritas responden yakni sebesar 64 persen menilai semakin sulit. Hanya 14 persen responden yang menyebut lapangan pekerjaan di tahun ketiga pemerintahan ini semakin mudah hanya 14 persen.

Situasi ini jika disandingkan dengan janji kampanye saat Pilpres 2014 lalu, Jokowi menjanjikan pemerintahannya akan membuka 10 juta lapangan pekerjaan sepanjang lima tahun memimpin. Secara matematis, setiap tahunnya pemerintah menargetkan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 2 juta lapangan pekerjaan. Janji itu tentu kontras dengan persepsi publik di saat tiga tahun pemerintahan Jokowi.

Begitu juga soal kemiskinan, mayoritas responden yakni 42 persen menilai jumlah masyarakat miskin semakin banyak dibanding responden yang menilai jumlah masyarakat miskin makin berkurang yakni hanya 24 persen. Meski, jika dibandingkan dengan temuan setahun lalu, pandangan publik soal jumlah angka kemiskinan yang menilai semakin banyak menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 50 persen. Sebaliknya, responden yang menilai angka kemiskinan menurun juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang mencapai 14 persebn.

Keempat bidang ini jika disandingkan dengan bidang lainnya yang menjadi materi pertanyaan kepada responden merupakan bidang atau sektor yang bisa disebut angka merah bagi pemerintahan Jokowi yakni soal kebutuhan pokok warga, angka pengangguran, lapangan pekerjaan dan angka kemiskinan.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan sejumlah persoalan ekonomi tersebut masih dinilai publik negatif alias belum positif. "Di isu-isu ini masih lebih banyak yang menilai tidak ada perubahan atau bahkan semakin negatif," cetus Burhan saat jumpa pers di Kantor IPI, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Komentar

 
x