Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 21:35 WIB

Indikator Politik: Dukungan ke Prabowo Meningkat

Oleh : Agus Irawan | Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:17 WIB
Indikator Politik: Dukungan ke Prabowo Meningkat
Direktur Eksekutif, Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Mutahdi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif, Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Mutahdi mengatakan dari hasil survei bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mendominasi dukungan masyarakat dalam Pemilu 2019.

Burhanuddin menyebutkan survei yang dilakukan dalam sirmulasi terbuka tersebut, memperlihatkan sebanyak 34,2 persen responden memilih Jokowi jika Pemilu 2019 dilakukan hari ini. Sementara sebanyak 11, 5 persen memilih Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Kalau di dalam simulasi daftar nama, saat responden menyodorkan nama-nama tokoh untuk dipilih, Jokowi meraup 47,3 persen dukungan dan Prabowo sebanyak 19 persen dukungan," kata Burhanuddin di kantornya, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Dia mengungkapkan tren dukungan kepada Jokowi sekarang ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, seperti pada tahun 2016 Jokowi sempat meningkat tetapi melemah lagi dalam beberapa bulan berikutnya, kemudian kembali meningkat sampai saat ini.

"Tapi dukungan terhadap Prabowo terlihat sedikit meningkat dibandingkan pada Agustus 2016 lalu," jelasnya.

Sementara itu, kata dia dari beberapa survei yang dipakai Indikator, dukungan terhadap Prabowo pada Agustus 2016 sebanyak 15, 5 persen dan sempat meningkat pada Mei 2017 sebesar 23,9 persen, tetapi kembali melemah sampai 19 persen pada saat ini.

Selanjutnya, untuk Jokowi pada Agustus 2016 mendapat angka 46,7 persen dukungan, kemudiqn terjun ke titik terendah sampai.36,8 persen di Januari 2017 lalu dan terus meningkat sampai sekarang.

Selain itu, nama lain yang meramaikan survei pilihan presiden adalah Gubernur DKI Jakarta yang terpilih Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Menkeu Sri Mulyani Indarwati.[ivs].

Komentar

 
x