Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 21:19 WIB

Survei: Pemenuhan Kebutuhan Pokok Semakin Berat

Oleh : Agus Irawan | Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:38 WIB
Survei: Pemenuhan Kebutuhan Pokok Semakin Berat
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dari hasil survei Indikator soal kebutuhan bahan pokok yang masih berat dirasakan pada di era Jokowi.

Burhauddin menyebutkan dalam survei tersebut pihaknya melakukan evaluasi terkait keadaan ekonomi, politik, hukum dan keamanan di era kepepimpinan Jokowi.

"Saat ditanya soal pemenuhan kebutuhan bahan pokok di era Jokowi, membandingkan pemenuhan kebutuhan pokok pada tahun 2016 dan 2017, 43 persen responden pemenuhan kebutuhan pokok semakin berat," kata Burhanuddin di diskusi Evaluasi Tiga Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK, di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Dia mengungkapkan bahwa masyarakat ditanyakan soal keadaan ekonomi nasional pada umumnya saat ini dibanding tahun lalu. 43,3 persen responden menyataka keadaan ekonomi membaik, tetapi 34, 1 persen masyarakat menyampaikan keadaan ekonomi tidak berubah dan 18,4 persen menyebut memburuk.

Kata dia, bahwa prospek ekonomi di tahun 2018 diyakinkan akan lebih baik lagi. "Namun sekitar 65 persen masyarakat menyatakan keadaan ekonomi membaik, 18 persen menyebutkan tidak berubah, dan 5 persen menilai ekonomi buruk," ungkapnya.

Tetapi, menurun jika dibanding tahun lalu dengan jumlah 55 persen dengan jawaban yang sama. Sementara itu, 38 persen masyarakat merasa ketersediaan bahan pokok sama saja, dan 18 persen menuturkan semakin ringan mendapatkan bahan pokok.

Burhanuddin menjelaskan survei ini dilakukan sejak tanggal 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.220 orang. Sementara margin error survei ini +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Kemudian respon yang terpilih diwawancarai melalui tatap muka oleh pewawancaraan yang telah dilatih.

Komentar

 
Embed Widget

x