Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 05:39 WIB

Oknum PNS Palsukan Blanko e-KTP, Mendagri: Pecat

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:31 WIB
Oknum PNS Palsukan Blanko e-KTP, Mendagri: Pecat
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo geram mengetahui ada oknum PNS yang memalsukan Blanko e-KTP di Manado, Sulawesi Utara. Tjahjo meminta sanksi tegas diberikan kepada Oknum PNS yang ketahuan curang.

"Pecat! Kami akan membuat rekomendasi kalau dia pegawai daerah kita pecat, apalagi ini menyangkut e-KTP. Itu kan kerahasiaan warga negara. Pemerintah dalam hal ini pegawai negeri akan bertanggung jawab atas kerahasiaan setiap warga negara," kata Tjahjo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Tjahjo juga sudah mengirimkan jajarannya untuk menyelidiki kasus pemalsuan Blanko e-KTP. Ia ingin memastikan ada atau tidaknya yang melibatkan oknum PNS Disdukcapil.

"Sampai ada kelalaian atau terbukti melibatkan oknum Disdukcapil daerah ataukah memang murni ada pihak ketiga yang memanfaatkan ini, karena apapun pemerintah bertanggung jawab terhadap setiap data warga negara Indonesia. Jangan sampai dipalsukan," katanya.

Tjahjo menambahkan setiap warga negara Indonesia yang hendak membuat e-KTP hanya boleh mempunyai satu Nomer Induk Kependudukan (NIK). Maka dari itu ia akan terus menggenjot jajarannya agar warga yang belum terekam e-KTP untuk segera mungkin dilakukan."Inilah yang sedang kami kejar agar ia harus merekam data ulang kembali, diman alamatnya, kemudian jangan sampai ada timbul dua e-KTP," jelasnya.

Diketahui, Lima pria berhasil diamankan polisi, masing-masing berinisial YK (30an), HP (20an), RN (32), JS (27), dan BR (20an), kelimanya warga Kota Manado, dan dibawa ke Mapolresta Manado, Senin (9/10/2017) kemarin. Penangkapan dilakukan di kompleks IKIP bawah, Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang.

Barang bukti yang diamankan berupa puluhan e-KTP yang sudah jadi, serta ratusan bahan bakunya. Selain itu juga ada belasan SIM C dan SIM A, belasan NPWP, SKCK, Notice Pajak kendaraan serta bahan baku lainnya dan Kartu Keluarga (KK), serta Ijazah palsu.[ivs].

Komentar

 
x