Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:51 WIB

KPK Periksa Wali Kota Tegal dan Tangan Kanannya

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:40 WIB
KPK Periksa Wali Kota Tegal dan Tangan Kanannya
Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno dan Amir Mirza Hutagalung dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka akan dimintai keterangan terkait kasus yang tengah dituduhkan KPK kepada keduanya.

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, Siti akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Amir Mirza. Amir diperiksa untuk melengkapi berkas Siti. Amir diketahui orang kanan alias orang kepercayaan Siti.

"Mereka akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan masing-masing tersangka," kata Febri pada saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Selain keduanya, penyidik pada hari ini juga memanggil satu saksi. "Saksi Bajari selaku Kepala DPMPTSP diagendakan dimintai keterangan untuk tersangka SMS (Siti Mashita)," ujar Febri.

Diketahui KPK resmi menetapkan Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi. Adapun tiga kasus korupsi tersebut yakni terkait dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Kemudian, terkait kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal, serta kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal.

Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah, Tegal, KPK turut menetapkan satu tersangka lainnya yakni, Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supriyadi.

Diduga, Siti Masitha dan Amir Mirza menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari tiga kasus korupsi tersebut dengan jangka waktu delapan bulan sejak Januari-Agustus 2017.

Uang tersebut diduga digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha- Amir Mirza, maju Pilkada 2018 mendatang.

Dalam kasus ini setidaknya sudah lebih dari 30 saksi yang diperiksa oleh penyidik KPK, baik di daerah maupun di gedung KPK di Jakarta.

Beberapa saksi yang pernah diperiksa diantaranyaDr Suhardjo, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Iwan staf Dinas PU PR, dan Sugiyanto, Kepala Dinas PU. [rok]

Tags

Komentar

 
x