Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 06:59 WIB

KPK Terus Dalami Pembahasan Anggaran Bakamla

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Oktober 2017 | 02:00 WIB
KPK Terus Dalami Pembahasan Anggaran Bakamla
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan penggiringan anggaran dalam proyek pengadaan satelit monitoring di lingkungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Komisi I DPR RI.

"Terkait pembahasan anggaran ada beberapa pihak yang (diduga) terlibat (untuk itu kami dalami)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Hal ini dilakukan KPK untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan. Sebab, dalam penyidikan kasus ini KPK menemukan ada dugaan penggiringan anggaran dalam proyek tersebut.

"Kami juga dalami lebih lanjut aspek awal (pembasan anggaran). KPK temukan hal baru di kasus Bakamla ini," tuturnya.

Hari ini, penyidik KPK memeriksa anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi sebagai saksi untuk Nofel. Namun, selepas diperiksa Fayakhun enggan memberikan keterangan saat ditanya awak media soal pembahasan anggaran.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus suap dalam proyek itu, termasuk Nofel.

Empat orang lagi adalah Direktur PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi. Dua orang lagi adalah anak buah Fahmi yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

Pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Fahmi, yang sudah divonis bersalah dalam kasus ini, menyebut telah menyerahkan uang kepada anggota DPR sebesar Rp24 miliar. Uang itu untuk 'mengamankan' agar perusahaannya mendapat proyek di Bakamla.

Perusahaan Fahmi akhirnya mendapat proyek pengadaan satelit monitoring atau pengawasan Bakamla. Namun, KPK berhasil membongkar kasus ini lewat operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada pertengahan Desember tahun lalu.[ris]

Tags

Komentar

 
x