Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 15:08 WIB

Aktivitas Gunung Agung Meningkat

70 Ton Pakan Ternak Dikirim ke Pos Pengungsian

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:30 WIB
70 Ton Pakan Ternak Dikirim ke Pos Pengungsian
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bali - Hewan ternak milik warga di Karangasem yang menjadi wilayah terdampak bencana Gunung Agung ikut diungsikan ke pos pengungsian.

Berdasarkan catatan Dinas Peternakan dan kesehatan hewan, terdapat sekitar 20.000 ekor sapi yang berada di daerah rawan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5.600 ekor sapi yang berada di pos penampungan.

"Pemindahan ternak diperlukan agar pemiliknya tidak masuk ke zona rawan dengan alasan mencari rumput atau melihat ternaknya. Saat ini telah disiapkan sekitar 41 pos penampungan peternak. Pos penampungan berada di Kota Denpasar dan sisanya tersebar di enam kabupaten lain di bali," ujar Koordinator Satgas Peternakan dan kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali, I Ketut Nata Kusuma, Selasa (10/10/2017).

Dia menjelaskan keengganan peternak untuk memindahkan ternak mereka ke penampungan karena kawatir ternak mereka mengalami cidera saat pemindahan dan sulit mencari pakan.

Menyikapi hal tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengirimkan bantuan pakan ternak sebanyak 74 Ton Pakan Sapi ke Posko Logistik Tanah Ampo. Pengiriman pakan sapi tersebut dilakukan JAPFA secara bertahap untuk menjaga pasokan ketersediaan pakan sapi.

"JAPFA memberikan bantuan dalam bentuk 24 ton pakan konsentrat dan sekitar 50 ton pakan hijauan untuk sapi. Bantuan akan diberikan bertahap agar di setiap pos penampungan akan terdapat supply yang stabil," ujar Head of Corporate Communication & Social Investment Department PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), R. Artsanti Alif.

Selain memberikan bantuan pakan untuk para peternak sapi, pihaknya juga telah melakukan evakuasi ayam milik peternak di sekitar Kabupaten Karangasem.

"JAPFA juga telah melakukan evakuasi ayam-ayam milik peternak mitra segera setelah peningkatan status kebencanaan Gunung Agung. Ayam yang berada di kandang peternak yang sudah memiliki berat memadai. Sedangkan yang masih terlalu muda kami pindahkan ke kandang-kandang lain milik perusahaan ataupun mitra," ujar Corporate Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya.

Rachmat menjelaskan usaha penyelematan ayam peternak merupakan upaya JAPFA untuk tetap memperhatikan pendapatan peternak selama di masa pengungsian. Sehingga meskipun mereka berada di pengungsian, peternak tetap akan mendapatkan penghasilan.

"Peternak Mitra merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha JAPFA, sehingga permasalahan yang dihadapi peternak juga penting untuk diperhatikan perusahaan. Hal ini sesuai dengan prinsip JAPFA, Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama. JAPFA hadir tidak hanya untuk mencari keuntungan semata, tetapi juga memberikan manfaat dan nilai tambah bagi seluruh mitra," jelas Rachmat.[jat]

Komentar

 
x