Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 00:07 WIB

Bupati Rita Berani Bertaruh Soal Keberadaan Tim 11

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:28 WIB
Bupati Rita Berani Bertaruh Soal Keberadaan Tim 11
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari selesai diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian izin Perkebunan Kelapa sawit dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di daerah yang dipimpinnya.

Dikonfirmasi terkait kabar adanya tim 11 yang diduga sebagai perantara dirinya dalam menerima suap, Rita menepis kabar tersebut. Menurut dia, tidak ada tim 11 yang dimaksud.

Bahkan, Ketua DPD Partai Golkar itu berani bertaruh bahwa tim yang diduga dikomandoi oleh Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin tidak ada.

"Saya berani bertaruh (tim 11) itu ngga ada," kata Rita usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Tim 11 itu dikomandoi Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka beredar.

Tim 11 diduga merupakan kelompok di lingkaran dekat Rita yang terdiri dari 11 orang dengan beragam latar belakang. Tim itu diduga menjadi pengendali dan menentukan anggaran proyek-proyek besar dan kebijakan perizinan di wilayah Kukar.

Sementara Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan sebelumnya mengakui sepak terjang Tim 11 dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Rita dan Khairudin. Basaria bahkan memastikan jika pihaknya akan mengembangkan dugaan keterlibatan Tim 11.

Namun, lagi-lagi Rita berkeras menepis hal itu. "Data yang mana?. Itu isu saja yang dibuat-buat," ujar Rita tegas sambil masuk ke dalam mobil tahanan KPK.

Sementara itu, kuasa hukum Rita, Noval El Farvesia mengatakan, tim 11 yang saat ini diperbincangkan adalah sebuah julukan dari masyarakat. Tapi Noval juga menepis keberadaan tim tersebut.

"Itu julukan masyarakat aja yang ngasih nama tim 11. Struktur apa, ga ada ga ada," ujar Noval.

Sementara mengenai pemeriksaan pada hari ini kliennya dicecar mengenai kasus yang disangkakan. Namun dia menolak merinci pertanyaan apa yang diajukan penyidik pada kliennya. "Masih seputar (pasal) 12 a kecil ya," kata Noval.

Rita diketahui ditetapkan sebagai tersangka dengan dua sangkaan. Yakni diduga menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dan menerima suap.

Dalam perkara gratifikasi, Rita bersama-sama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp6,975 miliar. Penerimaan itu berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Sementara dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010.

Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima. Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan Hery sebagai tersangka.[jat]

Komentar

 
x