Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:21 WIB

Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu Gandeng KPK

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 10 Oktober 2017 | 20:53 WIB
Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu Gandeng KPK
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuffdin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendatangi Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK). Tujuannya, melakukan kerja sama pencegahan pelanggaran terkait dana kampanye, mahar poltik, dan politik uang.

Kerja sama ini dilakukan lantaran pihak Bawaslu dalam melakukan audit dana kampanye sangat terbatas. Dengan itu, Bawaslu dan KPK bersinergi dalam hal memaksimalkan pencegahan tersebut.

"Point penting kami dari Bawaslu ingin melakukan adanya kerjasama dengan KPK terutama dalam konteks pencegahan agar praktik pilkada tidak transaksional, mengurangi potensi-potensi itu, sekaligus kurangi potensi politik biaya tinggi, karena politik biaya tinggi yang biasanya muara dari mahar politik ini bisa memicu praktik korupsi," kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifuffdin saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, kerja sama itu dilakukan lantaran masih ada diketemukan mahar politik ataupun politik uang dalam pelaksanaan Pilkada atau pelaksanaan pemilihan gubernur yang akan dilakukan pada 2018 dan 2019 mendatang.

Dengan adanya kerja sama tersebut, pihaknya berharap politik tak lagi ada. Sebab, apabila hal itu tetap terjadi, maka pihaknya bersama KPK akan melakukan penindakan."Konteks ini Bawaslu ingin cegah kepada semua peserta pemilu untk hati-hati dalam proses semua tahapan yang dilakukan untuk tidak koruptif," kata dia.

Sementara, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Bawaslu untuk meminimalisir praktik politik transaksional dalam pemilu, termasuk Pilkada serentak 2018.

"Pada bagian lain kami diskusikan seperti apa pencegahan yang lebih baik kami lakukan. Ke depan akan ada satu pengawas di TPS, ini cukup baik jika bisa dikapitalisasi," kata dia.

Saut menilai, untuk kerja sama dengan Bawaslu, KPK lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan. Mengingat, ada keterbatasan wewenang KPK jika ingin melakukan penindakan dalam gelaran pemilihan umum tersebut. [ivs].

Komentar

 
x