Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:36 WIB

Transportasi Pengungsi Gunung Agung Terjamin

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 19:36 WIB
Transportasi Pengungsi Gunung Agung Terjamin
Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan arus transportasi, baik darat, udara maupun laut bagi para pengungsi Gunung Agung, Bali, yang mengungsi ke Pulau Lombok berjalan lancar.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia mengatakan meski menjamin kelancaran transportasi bagi para pengungsi Gunung Agung, pihaknya tidak menjamin tiket bagi para pengungsi dari Bali ke Lombok tidak berbayar atau gratis. Mengingat bukan ranah dari Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk memberikan kebijakan seperti itu.

"Manajemen moda transportasi berbeda-beda. Untuk itu menyangkut biaya tiket dan sebagainya sepenuhnya akan diserahkan ke kebijakan masing-masing manajemen tranportasi," kata Bayu Windia seusai rapat koordinasi persiapan antisipasi Gunung Agung, Bali di Mataram, Selasa (10/10/2017).

Menurut Bayu, pihaknya tidak berwenang untuk memutuskan hal tersebut, mengingat ranahnya sudah berbeda.

"Kami tidak tahu soal itu. Karena belum tentu tidak berbayar," ujarnya.

Dalam pertemun yang juga menghadirkan beberapa pihak, seperti Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA), Orari, Dinas Kesehatan, Astindo (Asosiasi Tour and Travel Indonesia) dan lainnya, Bayu menegaskan pertemuan tersebut sebatas pada langkah antisipasi kesiapan akses tranportasi menghadapi keadaan darurat pengungsi letusan Gunung Agung yang akan mengungsi di Lombok, NTB. Angkutan pengungsi selain urusan orang juga angkutan bagi barang.

"Kita hanya bertugas, mengakomodir moda transportasi bisa berjalan dengan baik, manakala ditimpa dengan keadaan yang darurat. Khusus tranportasi nantinya satu komando dan dipusatkan di Dishub NTB," ujar Bayu Windia.

Kendati demikian, pihaknya menginventarisir sumber daya yang bisa dipakai pengungsi secara sukarela menuju titik kumpul, seperti truk milik TNI, kepolisian atau tranportasi dinas sosial dan dinas lain, yang bisa dipakai mengangkut pengungsi atau barang milik pengungsi.

Pada pertemuan tersebut, diharapkan pihak moda tranportasi mengetahui fungsi, tugas dan peran masing masing, bekerja sebaik mungkin. Salah satu contoh, pada titik titik kumpul pengungsi, diharapkan peran BPBD bisa lebih berkontribusi, menyuplai logistik dan keperluan pengungsi lainnya.

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura I LIA I Gusti Ngurah Ardhita menjelaskan sesuai dengan kebijakan Direktur Utama Angkasa Pura I, untuk bencana Gunung Agung, pihaknya sudah ada kebijkan dispensasi, manakala berdampak pada pesawat, seperti delay lebih dari 24 jam, dibebaskan dari biaya parkir.

"Delay berkepanjangan, ada pembebasan pembayaran IJP4O (parkir) pendaratan, penempatan dan sebagainya," katanya.

Sementara, bagi penumpang yang terdampak di Lombok akibat letusan itu, pihaknya berharap pemerintah melakukan kajian penanganan lebih. Apalagi, sambungnya, Lombok sebagai tujuan wisatawan tentu diharapkan instansi di daerah bisa memberikan kontribusi.

"Contoh, kami dari Bandara sudah bebaskan pembayaran pendaratan atau ketika di bandara ada minuman gratis dan lainnya. Kalau di luar kami berharap ada kontribusi penanganan dari luar, apakah itu Pemda," ucapnya.[tar]

Komentar

 
x