Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 13:56 WIB

Sri Sultan HB X Belum Mau Pensiun, Ini Alasannya

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:23 WIB
Sri Sultan HB X Belum Mau Pensiun, Ini Alasannya
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, pelantikannya kembali sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tak melanggar aturan perundang-undangan.

Adapun pelantikan Sri Sultan HB X di Istana Negara, Jakarta Pusat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini, Selasa (10/10) adalah kali pertama dilakukan.

"Saya kira sesuai dengan Undang-undang dan Perpres 16 tahun 2016 maupun Perda yang ada untuk DIY saya kira sudah jelas. Di dalam Undang-undang keistimewaan pun dinyatakan dilantik oleh Presiden atau Wakil Presiden atau Mendagri. Di situ tidak ada sesuatu yang melanggar," kata Sri Sultan HB X di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Ia menuturkan, berdasarkan ketentuanya untuk kepala daerah hasil Pilkada dilantik di Istana Negara. Namun di dalam perda keistimewaan diserahkan kepada protokoler kepresidenan.

"Tidak ditentukan tempatnya. Jadi, apakah di Yogya atau Jakarta terserah keputusan Presiden. Jadi, tidak masalah," ucapnya.

Adapun rencana pemerintahannya untuk lima tahun ke depan sebagai gubernur akan disampaikannya melalui visi dan misi di DPRD Yogyakarta paling lambat dua minggu setelah pelantikan.

"Itu bicara di hadapan publik dalam persidangan DPRD. Bagaimana visi dan misi yang sudah disampaikan bahwa Yogya ini sekarang pintunya menghadap ke selatan. Dalam arti memprioritaskan samudera Indonesia," ujarnya.

Ia meyakini, Samudera Hindia mampu menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Yogyakarta. Hal ini dikarenakan menurutnya daerahnya memiliki lahan kecil, sehingga tak bisa lagi bicara pengembangan sektor pertanian.

"Tanahnya terbatas, tidak mungkin lagi kita bicara sektor tanaman. Jadi, kekuatan baru maka kami mencoba Pantai Selatan menjadi kekuatan baru. Sesuai dengan strategi maritim kami garap pengembangan bahari," tuturnya.

Lebih lanjut, Sri Sultan HB X mengakui bahwa dirinya belum terpikir untuk berhenti sebagai pemimpin masyarakat Yogyakarta hingga saat ini.

"Saya belum mau pensiun. Gubernur sebagai pejabat publik bagian dari NKRI, semestinya tidak mengenal jenis kelamin. Tidak membedakan, tapi dalam pasal 14 huruf m itu tidak sepenuhnya materi yang ada dalam Undang-undang Otonomi Daerah itu masuk. Masuknya sepotong-potong jadi tidak proporsional. Itu saja, daripada orang mempersoalkan itu keputusannya kan dihapus," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x