Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:42 WIB

Polri Usut Oknum Penganiaya Wartawan di Banyumas

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:36 WIB
Polri Usut Oknum Penganiaya Wartawan di Banyumas
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono mengaku berjanji akan mengusut tuntas dugaaan penganiayaan dari oknum polisi kepada Wartawan di Banyumas.

Condro akan mengecek terlebih dahulu Standar Operasional Prosedur (SOP) pembubaran massa aksi yang melewati batas aksi. Jika ada pelanggaran, Condro tegas akan menindak oknum tersebut.

"Kita akan cek dulu SOP nya. Jadi karena massa sudah mulai bangun tenda, maka petugas melakukan negosiasi dan mediasi. Karena tidak bubar maka dibubarkan secara paksa," kata Condro saat jumpa pers di Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2017).

Condro menjelaskan saat itu terjadi kontak fisik antara sejumlah wartawan dengan petugas. Hingga akhirnya terjadi pengeroyokan dan perampasan kamera terhadap wartawan Metro Tv, Darbe Tyas saat mengambil gambar.

"Jadi memang ada kontak fisik, itu dikira petugas adalah salah satu peserta aksi. Makanya nanti kita cek SOP pembubaran massa itu dulu, kalau ada pelanggaran kita tindak," ujarnya.

Condro mengatakan meski sudah mengungkapkan permintaan maaf kepada para wartawan yang menjadi korban, namun pihaknya tetap akan mengusut kasus ini.

Ia akan memerintahkan Bidang Propam Jawa Tengah dan Direktorat Intelejen Jawa Tengah untuk mengusutnya.

"Pagi tadi (10/10) Kapolres Banyumas yang ikut Kasatwil saya perintahkan kembali untuk mengecek SOP termasuk dengan Dir Intelejen dan Kabid Propam ke Banyumas untuk melihat prosedur pembubaran seperti apa," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Condro dari Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, empat anggota polisi sudah diperiksa terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

"Kapolres sudah informasi bahwa ada 4 orang dimintai keterangan. Dir Intel dan Kabid Propam kesana untuk mengecek. Sekali lagi saya minta maaf," tutupnya.[jat]

Komentar

 
x