Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:02 WIB

BPK Sebut Isu Tekanan Auditor dari DPR Candaan

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:11 WIB
BPK Sebut Isu Tekanan Auditor dari DPR Candaan
Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara menegaskan, terungkapnya auditor lembaganya, Eddy Mulyadi mendapat tekanan dari DPR agar pihaknya mengeluarkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukanlah hal yang serius.

Sebagaimana diberitakan, Eddy Mulyadi menyatakan DPR diberi penilaian opini WTP agar Fahri Hamzah dan Ade Komarudin tidak marah kepadanya serta MPR mendapatkan penilaian opini WTP.

Adapun hal ini diketahui saat jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaan terhadap Eddy saat menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa mantan Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Sugito dan Kabag Tata Usaha dan Keuangan Irjen Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo.

"Itu omongan guyon. Tapi direkam tanpa izin. Itu yang dibuat seolah-olah ada penekanan dari anggota (DPR)," kata Moermahadi di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Ia mengungkapkan, sepengetahuannya Eddy
merekam pembicaraan dengan anggotanya lalu menyatakan ada permasalahan di DPR.

"Kalau enggak salah permasalahannya mengenai perjalanan dinas. Perjalanan itu lumsum (uang dibayar sekaligus untuk semua biaya)," ucapnya.

Lebih jauh, menurutnya hal yang menjadi perdebatan tentang opini BPK menyangkut biaya perjalanan dinas yang tak dirinci secara detail.

"Oleh teman-teman pemeriksa, itu dipersoalkan. Karena kalau mumsum nggak boleh dipersoalkan biaya tiketnya mana, hotelnya mana,. Kalau lumsum ya nilai semuanya sudah, asal ada bukti dia telah melakukan perjalanan dinas," tandasnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x