Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:10 WIB

BPK Masih Audit Pembelian Alutsista Kemenhan

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 10 Oktober 2017 | 14:11 WIB
BPK Masih Audit Pembelian Alutsista Kemenhan
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara memastikan pihaknya masih mengaudit pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"(Audit) masih berjalan, sudah jalan pemeriksaan," ucap Moermahadi di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Namun dirinya enggan mengungkapkan perkembangan dari hasil audit tersebut. Ia hanya memastikan audit berjalan dengan pengawasan tim dari BPK.

"Itu enggak bisa diupdate. Itu enggak boleh. Pokoknya enggak ada kendala," katanya.

Sementara itu, anggota BPK Harry Azhar menuturkan hasil audit ini akan menemukan implikasi dari pembelian alat pertahanan nasional itu.

"Kami tidak bisa memastikan adanya atau tidak adanya (penyimpangan). Itu implikasi bisa ketahuan," ujarnya.

Ia mengakui belum ada perkembangan lebih lanjut terkait audit ini. Namun, dirinya memastikan ada tujuan khusus dalam proses auditnya ini diluar, memeriksa keuangan dan kinerja.

Harry mengungkapkan, melalui audit ini pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aset Kemenhan.

"Jadi kalau dalam laporan keuangan Kemenhan itu masuk dalam perhitungan aset. Jadi kan mesti penjabaran lebih lanjutnya dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu," ujarnya.

Adapun sebelumnya BPK bisa mengaudit alutsista usai TNI dan Kemenhan melarang lembaga keuangan ini mengaudit asetnya.

Ia mengungkapkan, melalui pertemuan TNI bersama Kemenhan dengan Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani BPK menyampaikan setiap kementerian dapat menjadi desclamer bila tak diperiksa oleh BPK.

"Itu yang membuat akhirnya mereka mempersilahkan. Audit alutsista atau aset pertahanan negara sangat penting. Ada (aset) yang rahasia. Rahasia tinggal dalam konteks Kemenhan, mana yang dianggap rahasia dan itu nanti kita akan apakan. Tentu pelaporannya kita buat sedemikian rupa sehingga tidak terbuka kerahasiaannya," paparnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x