Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 23:04 WIB

Revitalisati Pengurus DPP

Golkar Minta Tak Perlu Ribut Soal Nama Jenderal

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 10 Oktober 2017 | 07:17 WIB
Golkar Minta Tak Perlu Ribut Soal Nama Jenderal
Ketua DPP Partai Golkar, Rambe Kamarul Zaman - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar, Rambe Kamarul Zaman meminta agar tidak mempersoalkan masuknya nama-nama jenderal di dalam kepengurusan partai berlambang pohon beringin. Karena menurut dia, lahirnya partai ini dari kalangan perwira tinggi militer.

"Kalau menurut saya tidak perlu (dipermasalahkan)," kata Rambe kepada INILAHCOM, Senin (9/10/2017).

Anggota DPR ini mengatakan kalau dari sejarahnya, lahirnya Sekber Golkar (Sekretariat Bersama Golongan Karya) menjadi Golkar ini dari perwira TNI Angkatan Darat yaitu Letkol Suhardiman, Letkol M Isman, Letkol R Sugandi.

"Itu almarhum semua. Jadi, Kosgoro, SOKSI, MKGR. Mereka Ketua Sekber Golkar pertama itu adalah perwira tinggi angkatan darat. Rakernas pertama juga memutuskan digantikan Pak Sukowati yang merupakan mayor jenderal pada waktu itu ketuanya," ujarnya.

Jadi, kata Rambe, kalau melihat dari dasar berdirinya Golkar itu dari golongan fungsional, golongan karya murni. Artinya, di luar daripada partai politik tapi pada akhirnya orang-orang yang sudah partai politik pun masuk di dalam Sekber Golkar tersebut.

"Dan yang bergabung di dalam Sekber Golkar adalah Front Nasional," jelas dia.

Menurut dia, Front Nasional adalah sebagaimana Keputusan Presiden (Keppres) pada waktub itu Soekarno alias Bung Karno. "Dalam konteks bahwa Ketua Front Nasional itu adalah Bung Karno," katanya.

Namun demikian, Rambe mengatakan partainya tidak menutup pintu untuk para purnawirawan jenderal lain apabila ingin bergabung ke dalam Golkar.

"Ya silakan saja," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan revitalisasi dan restrukturisasi komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masa bakti 2014-2019.

Lewat surat dengan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 nama Yorrys Raweyai yang sebelumnya menjabat Ketua Koordinator Bidang Polhukam, dalam surat tersebut digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.

Surat ini ditandatangani langsung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Idrus Marham sebagai Sekjen Golkar pada 2 Oktober 2017. Sebanyak 300 kader yang ditetapkan Setya Novanto sebagai pengurus DPP Partai Golkar hasil revitalisasi partai.[ris]

Komentar

 
x