Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:39 WIB

Syahrini Siap Bersaksi di Sidang First Travel

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 9 Oktober 2017 | 21:28 WIB
Syahrini Siap Bersaksi di Sidang First Travel
Syahrini - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Artis Syahrini siap menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penipuan First Travel dengan tiga tersangka.

"Ya pasti mau lah (bersaksi di sidang)," kata Syahrini melalui kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea usai diperiksa penyidik Bareskrim Polri untuk tersangka, Andika Surachman, istrinya Anniesa Hasibuan dan adiknya Kiki Hasibuan di Bareskrim Polri Gedung KKP, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Penyidik Bareskrim Polri sebelumnya mengataman telah memeriksa 83 saksi terkait penyidikan kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel. "(Yang sudah diperiksa, red) Kurang lebih ada 83 (saksi)," kata Kasubdit V Dit Tipidum, Kombes Dwi Irianto di Bareskrim Polri Gedung KKP, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Menurut Dwi, puluhan saksi-saksi itu dari berbagai unsur. Termasuk artis Syahrini dan Vicky Shu. "Ada mantan karyawan agen, perwakilan dari jamaah, dan vendor," ujar dia.

Sementara penyidikan kasus ini sudah sampai 90 persen. Kedepan pihaknya berencana melimpahkan berkas penyidikan pada Jaksa.

"Target kami minggu depan ya, kami kirim dulu berkas ke Kejaksan baru nanti kami lihat lagi," ujar dia.

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik sudah menyita sejumlah aset. Antara lain, rumah, mobil mewah dan benda berharga lain. Barang itu disita karena diduga dibeli menggunakan uang dari calon jemaah umrah First Travel.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Andika Hasibuan, dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan adiknya Kiki Hasibuan sebagai tersangka. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana milik jamaah umroh.

Sebanyak 58 ribu jamaah yang gagal berangkat. Beberapa di antara mereka ingin agar uangnya kembali dan segara dapat melaksanakan umroh melalui biro perjalanan lainnya. Namun tidak sedikit dari mereka yang tetap ingin pertanggungjawaban First Travel.[jat]

Komentar

 
x