Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:34 WIB

Gamawan Mengaku Pernah Terima Uang dari Suciati

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 9 Oktober 2017 | 16:35 WIB
Gamawan Mengaku Pernah Terima Uang dari Suciati
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku pernah menerima uang dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Suciati.

Menurut dia, uang tersebut merupakan pembayaran honor waktu dia menjadi narasumber. Ia mengaku tak tahu jika uang tersebut rupanya berasal dari Andi Narogong.

"Honor itu dipotong pajak dan ada tandatangan saya. Saya juga dikasih honor waktu jadi pembicara di KPK, tapi saya tidak tanya dari mana uangnya," katanya saat bersaksi dalam sidang lanjutan korupsi eKTP dengan tedakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/10/2017).

Ia juga mengaku kesal dan malu atas pemberitaan tentang penerimaan uang itu. Pasalnya ia selalu ditanya orang mengenai dugaan penerimaan uang dalam kasus korupsi proyek e-KTP bahkan saat ia pulang ke kampung halamannya.

"Saya sangat malu, seolah saya terima dari Andi Rp50 juta. Saya pulang kampung, saya ditanya, apa benar terima dari Andi? Padahal, saya terima honor dari mana-mana dan itu resmi. Karena saya malu, terpaksa ke mana-mana saya bawa bukti (kuitansi) ini," ungkapnya.

Diketahui, uang honor yang diterima oleh Gamawan tersebut berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong yang saat ini duduk sebagai terdakwa di kasus korupsi pengadaan e-KTP. Hal tersebut diketahui saat Suciati memberikan kesaksian di sidang e-KTP pada Senin, (2/10/2017) lalu.

Dalam kesaksiannya, Suciati mengaku pernah diberikan uang US$73.700 oleh mantan Dirjen Kementerian Dalam Negeri, Irman. Menurut Suciati, Irman memerintahkan agar uang tersebut digunakan untuk kegiatan supervisi proyek e-KTP. Misalnya, untuk membiayai kunjungan kerja atau honor.

Salah satunya yaitu membiayai nara sumber dalam dialog interaktif di stasiun TV. Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi diduga menerima honor dari uang yang berasal dari pengusaha pelaksana proyek e-KTP. Suciati mengatakan pernah membayar mantan Menteri Gamawan Fauzi untuk kunjungan kerja.

Dia melanjutkan, Gamawan Fauzi saat itu diundang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan di lima kota. Setiap kali menjadi pembicara, Gamawan selaku Mendagri mendapat honor Rp10 juta.

Sebelumnya, Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dalam proyek e-KTP. Menurut jaksa, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP. Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto.[jat]

Komentar

 
x