Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:04 WIB

PDIP Pecat Kadernya yang Membelot di Pilgub Jatim

Oleh : - | Senin, 9 Oktober 2017 | 14:29 WIB
PDIP Pecat Kadernya yang Membelot di Pilgub Jatim
Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim - (Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) menyiapkan sanksi tegas bagi kadernya yang tidak mendukung keputusan partai dan membelot terkait calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jatim.

Kusnadi menegaskan bahwa keputusan partai bersifat mengikat dan final, untuk itu setiap kader diwajibkan untuk menjalankan keputusan tersebut.

"Saya tegaskan, bahwa kader PDIP khususnya Jawa Timur harus mendukung dan menjalankan perintah partai apapun itu keputusannya," ujar Kusnadi saat ditemui di kediaman Walikota Surabaya, Senin (9/10/2017).

Awalnya awak media mewawancarai Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang didampingi oleh Ketua DPD PDIP Kusnadi.

Saat ditanya kepada Hasto jika ada kader yang membelot dalam artian akan mencalonkan diri melalui partai lain, sikap apa yang akan diambil PDIP.

"Kalau itu yang berhak menjawab adalah pak Kusnadi, karena beliau bertanggung jawab di wilayah Jatim," ujar Hasto.

menyikapi hal ini, Kusnadi dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada celah bagi kader untuk tidak menjalankan amanah partai.

"Tidak boleh ada keluhan soal keputusan partai, semua kader harus siap menjalankan," ujar Kusnadi.

Saat dikonfirmasi apakah ada sanksi jika salah satu kader nekat mencalonkan diri melalui partai lain, Kusadi memantabkan bahwa pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi, dan sanksi yang terberat adalah pemecatan. "Pasti, pastilah ada sanksi. Dan yang terberat adalah pemecatan," tegas Kusnadi.

Dalam hal ini Kusnadi menggambarkan bahwa seorang kader harus tunduk dan patuh apapun keputusan partai dan tidak ada alasan untuk kecewa bahkan menghambat.

"Kader itu harus tunduk dan patuh keputusan partai. Ibaratnya jika kita disuruh nyebur sungai, yak kita nyebur sungai tidak ada bantahan," tegasnya.

Sementara itu, saat ini beredar isu adanya salah satu kader PDIP yang berposisi sebagai Kepala Derah digadang akan dipasangkan sebagai Cawagub oleh partai di luar PDIP.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari dan Wasekjen DPP PDIP Achmad Basarah kepada beritajatim.com juga hampir memastikan bahwa Gus Ipul yang akan diusung sebagai cagub PDIP.

"Sudah 90 persen, PDIP usung Gus Ipul bersama PKB. Sisanya 10 persen adalah masih menentukan cawagubnya," tutur Sri Untari.

Basarah menyebut ada empat nama berpeluang dipasangkan dengan Gus Ipul. Mereka adalah Azwar Anas, Budi 'Kanang' Sulistyono, Kusnadi dan Sri Untari.

"Nanti, kaum Marhaen dan Nahdliyyin akan bersatu di Jatim memenangkan pilgub 2018," jelasnya.

Warning pemecatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kader yang kecewa karena DPP PDIP susuai issu yang berkembang saat ini telah menentukan Cagub -Cawagub Jatim 2018 yaitu Gus Ipul-Azwar Anas yang dideklarasikan tanggal 15 Oktober 2017 di Jalan Diponegoro Jakarta.[beritajatim]

Komentar

 
x