Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 14:49 WIB

KPK Geledah Rumah Dinas Aditya dan Ketua PT Manado

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Minggu, 8 Oktober 2017 | 23:04 WIB
KPK Geledah Rumah Dinas Aditya dan Ketua PT Manado
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Jakarta dan Manado. Penggeledahan ini terkait kasus suap Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara Sudiwardono dan anggota DPR Partai Golkar Aditya Anugerah Moha.

"Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di 1 lokasi di Jakarta dan 2 lokasi di Manado," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan resminya, Minggu (8/10/2017).

Penggeledahan ini dilakukan di Jakarta yakni di rumah dinas Aditya di Komplek perumahan DPR. Sedangkan yang di Mando, penggeledahan dilakukan di kantor pengadilan negeri Sulawesi Utara dan di rumah dinas Sudiwardono.

"Penggeledahan di Jakarta di rumah dinas AAM di komplek DPR. di Manado tim KPK secara paralel dilakukan penggeledahan secara bersamaan di rumah dinas SDW dan kantor pengadilan negeri," kata Febri.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan beberapa dokumen penting diantaranya berkas perkara suatu kasus dan barang bukti elektronik lainnya.

"Dari tiga lokasi tersebut Penyidik menyita barang bukti elektronik dan Dokumen yang terkait dengan proses penanganan perkara TPK atas nama terdakwa Marlina Moha Siahaan dalam perkara tindak pidana korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010," tambahnya.

Selain itu penyidik juga menyita barang bukti CCTV sebuah hotel yang diduga sebagai tempat transaksi suap. "Dan bukti pemesanan hotel di lokasi indikasi suap terjadi, yaitu di daerah Pacenongan, Jakpus," kata Febri.

Adapun hakim Sudiwardono diamankan oleh KPK pada Jumat (6/10) tengah malam di Jakarta, terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. KPK juga mengamankan anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha.

Keduanya sudah dijadikan tersangka oleh KPK. Aditya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan suap, sementara Hakim Sudiwardono sebagai penerima suap. [ind]

Komentar

 
x