Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:27 WIB

SK tak Kunjung Terbit, Djan Kecewa dengan Yasonna

Oleh : - | Minggu, 8 Oktober 2017 | 18:01 WIB
SK tak Kunjung Terbit, Djan Kecewa dengan Yasonna
Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz mengungkapkan, ada sejumlah kebijakan para Menteri kabinet Presiden Jokowi yang tidak pro terhadap umat Islam.

Hal tersebut, lanjut dia, bisa dilihat dari sejumlah kebijakan yang dibuat para pembantunya. Contohnya, diperbolehkan membaca Al-Quran dengan menggunakan langgam jawa.

Kemudian, umat Islam wajib menghormati orang yang tidak berpuasa di bulan ramadhan. Hal itu disampaikan Djan saat jadi pembicara dalam diskusi bertema "Peran Partai Islam Dalam Pembangunan Nasional" di VIP Lounge Perpustakaan Universitas Indonesia Jakarta.

"Ada pula Kebijakan Menteri kabinet Jokowi lainnya yang berseberangan dengan umat Islam. Ada kebijakan yang ingin menghapus kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), Alhamdulilah dibatalkan Bapak Presiden," kata Djan, Jakarta, Minggu (8/10/2017).

Namun begitu, lanjut Djan, dari sekian banyak para pembantu Jokowi yang tidak pro islam, yang paling parah ialah Menkumham Yasonna Laoly. Menurut Djan, Yasonna diduga telah membunuh hak berpolitik umat islam melalui PPP.

Perbuatan itu pun dinilainya sangat kejam. Sebab, dia menduga menkumham ingin melenyapkan Partai Islam di bumi nusantara dan berani melanggar undang-undang dan sumpah jabatan dengan tidak memberikan SK pada Muktamar Jakarta.

"Muktamar Jakarta yang sudah mempunyai keputusan MA504 Dan Mahkamah Partai sesuai UU Parpol," kata dia.

Dengan begitu, Djan pun mengaku sedih dan prihatin kepada Presiden Joko Widodo karena memiliki menteri yang seolah kebijakan itu berasal dari Presiden. Padahal, tegas Djan, Jokowi adalah sosok yang peduli dengan umat islam.

"Itu terbukti dengan program - program beliau yang berpihak ke umat islam dan bersentuhan langsung dengan umat Islam," kata Djan. [ind]

Tags

Komentar

 
x