Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 17:16 WIB

Ratusan Warga Daftar Calon Panwascam Banyuwangi

Oleh : - | Minggu, 8 Oktober 2017 | 16:06 WIB
Ratusan Warga Daftar Calon Panwascam Banyuwangi
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyuwangi - Sebanyak 466 peserta seleksi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) lolos administrasi dan berhak mengikuti ujian tes tulis. Jumlah itu termasuk paling banyak nomor tiga di antara kabupaten/ kota lain Jawa Timur.

"Di Jawa Timur, Banyuwangi urutan ketiga jumlah peserta terbanyak setelah Kabupaten Bojonegoro dan Jember. Hingga Jam 11.30 WIB tadi, jumlah peserta yang melakukan registrasi ada 424, dan 42 belum masuk," kata Ketua Panwaskab Banyuwangi, Hasyim Wahid, Minggu (8/10/2017).

Melihat animo peserta ini, kata Hasyim, membuat satu sisi lebih mudah untuk menentukan pilihan. Namun, di sisi lain menjadikan tanggungjawab yang tidak kecil.

"Terima kasih karena respon masyarakat ternyata cukup positif dan luar biasa. Ini menjadi tanggaungjawab yang tidak kecil bagi kami untuk menentukan pilihan," katanya.

Jumlah peserta masing-masing kecamatan di Banyuwangi memang berbeda. Dari 25 kecamatan, jumlah peserta seleksi calon Panwascam terbanyak berasal dari Kecamatan Banyuwangi Kota yakni 41 orang. Menyusul, jumlah peserta paling sedikit yakni Kecamatan Pesanggaran dan Blimbingsari masing-masing mengirimkan 10 orang.

"Nantinya dari hasil ini akan diambil berdasarkan rangking 1-6, kemudian dilanjutkan tes wawancara sehingga dari enam akan diseleksi lagi menjadi 3 di masing-masing kecamatan. Jumlah total nantinya ada 75 orang. Pengumuman sebenarnya, berdasarkan timeline kami 7 hari sudah bisa diketahui hasilnya. Tapi tetap menunggu Panwaslu Propinsi," terangnya.

Sementara, kata dia, ada yang menarik dari ratusan peserta seleksi calon Panwascam ini. Pasalnya, ada satu peserta yang berasal dari warga disabilitas. Ia adalah Ninis Lady Tia yang memiliki kebutuhan khusus lantaran mengalami tuna netra.

"Dari 424 peserta ada satu yang tuna netra. Kami sudah konsultasi kejadian di ini ke Panwaslu Jawa Timur. Kami tetap memberikan kesempatan meskipun kami tidak menyediakan braile, tapi kami berusaha menyediakan relawab pembaca sesuai pertuni," tandasnya.[beritajatim.com]

Komentar

 
x