Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:07 WIB

Khofifah Ingin Perempuan Jadi Ikon Perdamaian

Oleh : - | Minggu, 8 Oktober 2017 | 15:03 WIB
Khofifah Ingin Perempuan Jadi Ikon Perdamaian
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumenep - Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa meminta agar kaum perempuan muncul sebagai juru damai. Hal ini disampaikan saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghadiri peringatan Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep.

"Berbicara tentang pemberdayaan perempuan, kami menginisasi agar perempuan menjadi juru damai. Kami sudah melakukan komunikasi dengan perempuan di berbagai daerah, mulai Aceh, juga Ambon," katanya, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, posisi perempuan saat ini ada pada kesetaraan gender. Maka, perempuan seharusnya dilibatkan mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta monitoring program-program penting.

"Perempuan harus masuk ke semua lini," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini tidak ada lagi alasan perempuan tidak sekolah, apabila terlambat maka kaum perempuan bisa mengikuti kejar paket.

"Setelah menyelesaikan sekolah formal, para perempuan sebaiknya mengikuti profesional training agar mempunyai ketrampilan," jelas dia.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesehatan bagi kaum perempuan. Baginya, perempuan itu harus sehat, terdidik, dan mempunyai penghasilan.

"Kalau itu tercapai, maka gender development indeks akan meningkat. Kesadaran perempuan akan meningkat karena ada support' sistem," katanya.

Sementara untuk pesantren, Khofifah mengakui bahwa pesantren Nahdlatul Ulama (NU) telah menginisiasi perdamaian sejak lama termasuk Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk yang cukup modern.

"Pondok pesantren Annuqayah cukup signifikan menjadi pioner, diikuti pesantren-pesantren lain. Pesantren merupakan lini terdepan, dan pagar untuk menjaga NKRI," tandasnya.[beritajatim.com]

Komentar

 
x