Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:44 WIB

Pemerintah Harus Siapkan Alat Tempur TNI Modern

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 8 Oktober 2017 | 11:10 WIB
Pemerintah Harus Siapkan Alat Tempur TNI Modern
Pengamat Intelijen dan Militer, Susaningtyas Kertopati alias Nuning - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Intelijen dan Militer, Susaningtyas Kertopati alias Nuning mengatakan pembenahan TNI harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit TNI menjadi scholar warrior.

"Kompetensi prajurit TNI harus mencapai tingkatan setara dengan kompetensi prajurit negara maju, kapasitas prajurit TNI harus mencapai tingkatan intelektual akademik melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah," kata Nuning di Jakarta, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, pembenahan TNI juga harus diarahkan untuk mencapai efisiensi organisasi agar lebih responsif menghadapi berbagai jenis ancaman mulai dari ancaman militer, ancaman non militer dan ancaman nirmiliter.

"Organisasi TNI harus dibenahi agar struktur dan posturnya lebih tanggap mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis, global, regional dan nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan rencana strategis (renstra) pembangunan TNI melalui program minimum essensial force (MEF) dibagi dalam tiga tahap, yakni pertama 2009 hingga 2014, kedua 2015 sampai 2019 dan terakhir 2020 hingga 2024.

"Target yang ditentukan dalam renstra 1 adalah 30 persen. Selanjutnya, kedua adalah 30 persen dan sisanya diselesaikan dalam renstra terakhir. Dalam renstra pertama telah dicapai kurang lebih 27 persen. Sementara dalam renstra kedua, dalam 3 tahun terakhir ini masih 0 persen," jelas dia.

Ia menilai seharusnya dalam renstra kedua ini sudah harus tercapai, diantaranya pengadaan pesawat tempur TNI AU, kapal selam TNI AL, dan rudal taktis TNI AD.

Menurut dia, tersendatnya pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) ini harus segera mendapat perhatian Kementerian Pertahanan agar program pembangunan alut sista TNI dapat diwujudkan sesuai renstra.

"Membangun dan memperkuat TNI tidak boleh terhambat mengingat hakekat ancaman yang semakin nyata di depan kita. Dua spot yang menjadi perhatian kita terutama di wilayah Natuna dan perbatasan dengan Philipina tidak boleh diabaikan," katanya.

Ia menambahkan tuntutan terhadap profesionalitas TNI menuntut pemerintah untuk memenuhi kebutuhan asasi TNI, yakni pemerintah harus melengkapi TNI dengan peralatan tempur modern agar seimbang dengan kompetensi prajurit TNI.

"Pemerintah dapat memenuhi kebutuhan fasilitas dan sarana-prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan. Pemerintah dapat menyediakan alokasi anggaran sesuai Benefit-Cost Analysis antara tugas TNI dan dukungan logistiknya," katanya.

Pada intinya, kata Nuning, jangan sampai tuntutan terhadap kompetensi prajurit TNI tidak seimbang risiko yang dihadapi di medan tugas. Sebagai contoh, tunjangan kinerja TNI seharusnya mendapat alokasi yang paling tinggi karena adanya risiko kematian.

"Risiko kematian prajurit militer lazim digunakan dalam perhitungan gaji atau tunjangan lain," tandasnya.[ris]

Komentar

 
x