Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:45 WIB

Kalah Praperadilan Hal Biasa Dalam Hukum

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 8 Oktober 2017 | 05:12 WIB
Kalah Praperadilan Hal Biasa Dalam Hukum
Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menganggap kekalahan KPK dalam sidang praperadilan terhadal Setya Novanto dalam perkara status tersangka kasus korupsi e-KTP bukanlah akhir.

Selain masih mungkin menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru, KPK juga masih punya waktu untuk melakukan evaluasi terhadap kasus e-KTP.

"Kekalahan KPK sepenuhnya hanyalah hal biasa dalam dunia hukum. Ini bukan malapetaka dalam kasus ini. Itu sebabnya Mahkamah Agung tegas menyatakan atau mempersilahkan KPK melanjutkan proses hukum atas kasus ini," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (7/10/2017).

"Kalau KPK memiliki bukti yang cukup, dan meyakini nilai bukti yang mereka miliki, ayo lanjutkan pertempuran," sambungnya.

Apalagi informasi hukum dari Amerika tentang dugaan pemberian jam tangan mewah kemarin, bisa semakin membuka jalan bagi KPK membongkar kasus korupsi e-KTP yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

"Tantangan KPK saat adalah mau diapakan ini kasus. Mendiamkan kasus ini, sementara hukum memungkinkan melanjutkan, sama dengan KPK menyepelekan dirinya sendiri," ungkapnya.

Soal praperadilan, Margarito menyarankan KPK stop membahasnya. "Perbuatan KPK lah yang diuji atau diperiksa dalam sidang itu.Lakukanlah dengan penuh gairah dan hasrat," tandasnya.

Komentar

 
x