Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:45 WIB

Gatot Dinilai Bisa Mengganggu Elektabilitas Jokowi

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 08:01 WIB
Gatot Dinilai Bisa Mengganggu Elektabilitas Jokowi
Presiden Joko Widodo dan Gatot Nurmantyo - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lembaga Kajian Politik VoxPol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai Presiden Joko Widodo tidak akan menggunakan aturan perpanjangan dinas keprajuritan untuk menahan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di kursinya.

"Ngak mungkin, Maret menurut saya Gatot bakal pensiun," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (6/10/2017).

Ia menjelaskan, jika nantinya Jokowi memutuskan untuk memperpanjang masa dinas Gatot, keputusan ini bisa menjadi bumerang bagi Jokowi di Pilpres. Kehadiran Gatot dianggap bisa mengganggu elektabilitas eks Gubernur DKI Jakarta itu.

"Diperpanjang justru membuka peluang naiknya elektibilitas Gatot. Terlalu bahaya kalau Jokowi memperpanjang Gatot Panglima. Sebab Gatot sudah mulai menganggu dan mengerus elektibilitas Jokowi," ulasnya.

Ia menjelskan, jika nantinya Gatot purna tugas, kemungkinan besar Presiden Joko Widodo akan menunjuk perwira dari Angkatan Laut untuk menggantikan Gatot. Pasalnya, perwira dari TNI AL dianggap tidak terlalu banyak bermanuver dan progresif.

"Kemungkinan yang tersisa kalau ngak Udara (AU), ya laut (AL). Namun biasanya Jokowi mengambil Panglima dari Matra laut, yang tidak terlalu bermanuver tidak terlalu progresif. Yang jelas Jokowi sudah tak mau mengambil resiko panglima yang terlalu menonjol dan agresif, bisa menganggu lampu elektibilitas Jokowi, Jokowi tak menginginkan matahari kembar," tansanya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menilai kabar akan purna tugasnya Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada Maret 2018 yang semakin kencang, tidak serta-merta membuat Gatot bisa turun dari kursi. Pasalnya ada aturan yang membolehkan perpanjangan masa jabatan.

"Emang pasti diganti? Kan bisa diperpanjang gunakan aturan perpanjangan dinas keprajuritan. Jadi terkait alasan purna tugas dari sisi usianya yang berakhir di 13 Maret 2018 nanti pada umur 58 tahun, bisa tambah 1 tahun lagi," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (6/10/2017).

Diketahui, Perayaan HUT ke-72 TNI tahun 2017 ini jadi perbincangan. Perayaan HUT TNI ini dianggap sangat meriah. Spekulasi pun bermunculan. Perayaan ini meriah karena jadi tahun terakhir bagi Panglima TNI Gatoto Nurmantyo yang memang beberpa bulan lagi akan purna tugas. Tak pelak, isu soal pengganti Gatot pun mulai diwacanakan. Sejumlah nama mulai dikumandangkan. [hpy]

Komentar

 
x