Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 12:33 WIB

Kejagung Juga Dalami Laporan soal Ketua KPK

Oleh : - | Jumat, 6 Oktober 2017 | 21:01 WIB
Kejagung Juga Dalami Laporan soal Ketua KPK
Jaksa Agung HM Prasetyo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kejaksaan Agung mengaku sampai sekarang masih mendalami pelaporan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo oleh Koordinator Presidium Nasional Jaringan Islam Nusantara (JIN) Razikin Juraid terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

"Kita masih dalami," kata kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Prasetyo berjanji pihaknya akan menangani pelaporan itu secara objektif, profesional dan proporsional. "Tentu kami akan menangani secara objektif, secara profesional, dan proporsional," katanya.

Sebelumnya, sejumlah laman online menyebutkan dasar Razikin melaporkan Ketua KPK itu ke Kejagung karena dikhawatirkan ada konflik kepentingan jika dilaporkan ke KPK.

Razikin mengaku memegang bukti-bukti keterlibatan Agus Rahardjo dalam kasus itu setelah melakukan investigasi proses lelang dan pengadaan, dan saat itu jabatan ketua KPK sebagai Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Bukti yang dimiliki berupa dokumen antara lain surat menyurat LKPP dari 2010 kepada Kementerian Dalam Negeri terkait pengadaan e-KTP.

Agus juga dilaporkan oleh seseorang ke Bareskrim Polri pada beberapa waktu lalu. Namun Polri belum mau mengatakan terkait apa laporan tersebut.

"Seorang lelaki melapor ke Bareskrim. Dia melaporkan banyak hal, termasuk salah satunya yang dilaporkannya Ketua KPK," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pelapor diminta melengkapi bukti laporannya untuk menghindari terjadinya fitnah. "Dia diminta untuk melengkapi dokumen. Harus ada paling tidak dokumen di awal yang jadi pangkal laporan tersebut sehingga laporan ini bukan fitnah," katanya.

Setyo menambahkan, petugas Bareskrim hanya menerima laporan tersebut dan belum memprosesnya.[tar]

Komentar

 
x