Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:43 WIB

Polri: Peluru SAGL Mengejutkan Tak Mematikan

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 6 Oktober 2017 | 18:27 WIB
Polri: Peluru SAGL Mengejutkan Tak Mematikan
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri menyebut polemik terkait pembelian senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) oleh Korps Brimob dianggap telah selesai.

"Sudah clear ya clear," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Setyo menjelaskan bahwa amunisi senjata SAGL yang dipesan itu amunisi peluru tabur bukan amunisi tajam, amunisi peluru tabur itu hanya bersifat melumpuhkan. Sementara yang banyak beredar amunisi tajam adalah mematikan.

"Peluru tajam itu berbeda dengan peluru tabur. Ini perlu diluruskan, misal granat asap dengan granat gas air mata itu berbeda meski bentuknya sama. Jadi amunisi yang digunakan di SAGL ada tiga yakni asap, gas air mata dan yang disebut tajam tadi. Tajam maksudnya untuk mengejutkan ya, bukan untuk melumpuhkan," jelas Setyo.

Setyo menjelaskan peluru tabur jika ditembakan menggunakan senjata SAGL, efeknya akan mengejutkan. Ia kembali menegaskan tidak ada efek mematikan dari peluru tabur tersebut.

"Gini kalau ada orang dibelakang tembok kemudian dia ditembak dengan granat itu maka dia akan terkejut dan keluar, kemudian dilakukan penangkapan. Itu yang dimaksud mengejutkan," tandasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengadakan rapat koordinasi Jumat (6/10) pagi terkait polemik senjata di kantornya. Hadir dalam rapat tersebut Kapolri Jendral Tito Karnavian, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Menhan Ryamizard Ryacudu, Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Mayjen Hartomo, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, Kepala Brimob Irjen Murad Ismail dan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

Wiranto mengatakan senjata SAGL segera dikeluarkan dari area kargo Unex Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng atas rekomendasi Panglima TNI. Senjata itu bisa dikeluarkan dengan catatan amunisi tajam yang dipesan bersamaan dititipkan ke Mabes TNI.[jat]

Tags

Komentar

 
x