Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:43 WIB

Kompolnas Sebut Polisi Boleh Gunakan Senpi Militer

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 6 Oktober 2017 | 17:43 WIB
Kompolnas Sebut Polisi Boleh Gunakan Senpi Militer
Menkopolhukam Wiranto - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto menggelar rapat terbatas bersama jajaran komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).

Usai pertemuan, Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto angkat bicara mengenai polemik pembelian senjata yang menjadi sorotan media dan publik belakangan ini.

"Masalah senjata sudah diselesaikan sama Menkopolhukam. Ini ada aturan-aturan senjata dari dulu tidak sinkron. Jadi, kalau masing-masing memakai undang-undang sendiri, melalui persepsinya sendiri itu kan tidak benar. Masing-masing merasa benar sendiri, sudah diselesaikan sama mereka," kata Bekto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).

Adapun aturan pembelian senjata untuk Polri diatur dalam berbagai Undang-Undang hingga Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Undang-undang dari Polri yang pertama Nomor 8 tahun 1948, Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 51, Perppu Nomor 20 tahun 60. Ini Undang-undang semuanya itu. Tapi kan, ini bukan masalah menang-menangan tidak ini sudah diselesaikan," ujarnya.

Ia pun memastikan, pembelian senjata pelontar granat berupa Stand-alone Grenade Laucher (SAGL) sangat diperbolehkan untuk Polri, tidak hanya diperuntukkan bagi militer.

"Boleh, sangat diperbolehkan. Polisi-polisi di dunia itu juga memakai senjata militer. Bahkan, ada aturannya dari PBB. Bukan hanya aturan Indonesia. PBB mengatur itu ada. Yang katanya polisi cuma pake pentungan. Nanti saya kasih lihat bagaimana polisi Inggris membawa (senjata api tipe) AK membawa semua sama dengan militer. Itu untuk melumpuhkan," jelasnya.

Sementara amunisi tajam, lanjutnya, biasanya ditembakkan aparat dengan jarak aman untuk membubarkan suatu peristiwa yang terjadi kericuhan di dalamnya.

"Itu kalau ditembakkan sudut 45 derajat jangkauannya hanya 80 meter. Hanya untuk membubarkan orang saja. Bisa dicoba itu, tak ada masalah," pungkasnya. [ton]

Komentar

 
x