Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:07 WIB

MA: KPK Bisa Jerat Novanto Lagi Pakai Bukti Lama

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 6 Oktober 2017 | 15:08 WIB
MA: KPK Bisa Jerat Novanto Lagi Pakai Bukti Lama
Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Abdullah - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik KPK dinilai masih bisa memakai bukti lama untuk menjadikan Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Salah satunya bukti rekaman yang tak diputar di sidang praperadilan.

Bukti rekaman itu ditolak hakim yang menangani gugatan praperadilan Setya Novanto yakni Cepi Iskandar saat diajukan oleh KPK. Dengan begitu bukti rekaman itu dinilai belum diajukan dan bisa digunakan KPK untuk jerat Novanto lagi.

"(Bukti rekaman) Bisa (gunakan lagi). Makanya ada sisi-sisi lain. Kenapa dikabulkan sebagian," kata Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Abdullah di kantornya, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Selain bukti rekaman, pihak KPK masih bisa menggunakan bukti lain yang tidak diajukan ke sidang gugatan praperadilan. KPK sebelumnya mengatakan punya ratusan bukti soal dugaan keterlibatan Novanto di kasus yang ditaksir merugikan uang negara senilai Rp 2,3 triliun itu.

"Yang disampaikan dalam praperadilan tidak seluruhnya. Tidak semua alat bukti dilimpahkan ke Praperadilan, itu KPK masih ada. Kalau memang masih ada, pasti masih ada," ujar dia.

Abdullah juga menegaskan bahwa KPK bisa menetapkan lagi Novanto menjadi tersangka. Sebab, putusan praperadilan hakim itu hanya menggugurkan status tersangka. Bukan menghilankan tindak pidana yang diduga dilakukan Novanto.

Dia mengimbau apabila pihak KPK menempuh jalur mentersangkakan Novanto lagi, harus dengan kehati-hatian. "Dan tidak usah tergesa-gesa, karena tergesa-gesa ada plus minusnya," ujar dia.

Novanto sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu. Novanto keberatan dan mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangka di KPK.

Gugatan itu dimenangkan oleh Novanto. Hakim tunggal Cepi Iskandar menyatakan penetapan Novanto sebagai tersangka di KPK tidak sah lantaran tidak mengikuti prosedur.

Penetapan tersangka Novanto oleh KPK sudah dilakukan di awal penyidikan. Padahal, menurut hakim, harusnya penetapan tersangka dilakukan di akhir tahap penyidikan suatu perkara. [rok]

Komentar

 
x