Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:22 WIB

MA Masih Evaluasi Ketua PN Bengkulu Nonaktif

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 6 Oktober 2017 | 12:46 WIB
MA Masih Evaluasi Ketua PN Bengkulu Nonaktif
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pihak Mahkamah Agung belum menerbitkan putusan tetap pada Ketua Pengadilan Bengkulu nonaktif Kaswanto. Dia dinonaktifan MA terkait dugaan suap yang melibatkan Hakim PN Bengkulu Dewi Suryana.

MA sampai saat ini masih melakukan pendalaman terhadap Kaswanto apakah ikut terlibat dalam kasus tersebut atau tidak. Untuk itu belum ada keputusan resmi dari pihaknya.

"Biasanya kalau (putusan) ada rapat pimpinanan, bagaimana nasib hakim yang beraangkutan. Sampai saat ini masih ada evaluasi," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

MA diketahui langsung menonaktifkan Kaswanto setelah anak buahnya Dewi Suryana tertangkap tangan oleh pihak KPK. Bahkan dia sudah diperiksa etik oleh MA dan sudah diperiksa oleh KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka antara lain: Hakim anggota Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana; Panitera Pengganti, Hendra Kurniawan; PNS, Syuhadatul Islamy.

Ketiganya terlibat kasus dugaan suap Penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017/PN-Bgl dengan terdakwa Wilson. Suap itu diberikan bertujuan agar hakim meringankan hukuman Wilson. Adapun nilai suap sebesar Rp 125 juta.

Atas perbuatannya, Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Syuhadatul Islamy disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [rok]

Komentar

 
x