Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:26 WIB

KPK Makin Yakin Aliran Dana Korupsi e-KTP

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 5 Oktober 2017 | 16:51 WIB
KPK Makin Yakin Aliran Dana Korupsi e-KTP
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin yakin dengan penyidikan dugaan korupsi proyek e-KTP. Meskipun sempat kalah di praperadilan, persidangan di Amerika semakin menguatkan adanya aliran uang korupsi.

"Fakta yang muncul di persidangan di Amerika akan kami koordinasikan lebih lanjut. Dukungan dari FBI dalam investigasi lintas negara sangat penting dalam pelaksanaan tugas KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/10/2017).

Dia mengatakan, KPK sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah otoritas hukum di beberapa negara. Jika ada kebutuhan pencarian bukti yang berada di luar negeri, maka kami lakukan kerjasama tersebut. Kerjasama dalam pencarian bukti itu mengacu Pasal 12 ayat (1) huruf h UU KPK.

"Dalam konteks penanganan kasus KTP Elektronik, kerjasama dan koordinasi dilakukan dengan FBI," ungkapnya.

Salah satu bukti yang didapatkan adalah indikasi aliran dana pada sejumlah pejabat di Indonesia sebagian sudah muncul baik di persidangan di AS ataupun persidangan di Pengadilan Tipikor di Indonesia.

"Karena itulah sejak awal kami sampaikan bahwa KPK sangat yakin dengan kekuatan bukti dalam penanganan kasus KTP Elektronik ini, khususnya terhadap sejumlah pihak yang sudah diproses oleh KPK, baik di persidangan ataupun di tahap Penyidikan saat ini," tandasnya.

Agen khusus FBI, Jonathan Holden menyampaikan Johannes Marliem, saksi korupsi e-KTP pernah memberikan jam tangan Rp1,8 miliar ke Ketua Parlemen Indonesia.

Ini terungkap dalam gugatan yang diajukan pemerintah federal Minesotta ke Johannes Marliem.

Pemerintah Minesotta juga berniat menyita aset Johannes Marliem sebesar USD 12 juta karena diduga itu didapatkan melalui skandal yang melibatkan pemerintah Indonesia.

Masih menurut Holden, Johannes Marliem juga mengakui telah memberikan sejumlah uang dan barang lainnya pada sejumlah pejabat di Indonesia atas lelang e-KTP baik secara langsung maupun melalui perantara. Informasi itu didapatkan saat Johannes Marliem diperiksa pada Agustus 2017.[jat]

Komentar

 
x