Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 20:03 WIB

HUT TNI di Tengah Polemik Senjata

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 5 Oktober 2017 | 11:56 WIB
HUT TNI di Tengah Polemik Senjata
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peringatan ke-72 Tentara Nasional Indoensia (TNI) yang terpusat di Cilegon, Banten, berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat menyaksikan peringatan HUT 72 TNI ini tak ubahnya bukti atas kecintaan rakyat terhadap TNI. Banyak harapan muncul di tengah polemik senjata yang dilontarkan Panglima TNI.

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT 72 TNI yang dilakukan Kamis (5/10/2017) di Cilegon, Banten. Dalam sambutannya, Presiden meminta agar TNI berada di atas semua golongan dan kelompok yang tidak masuk dalam urusan politik yang sempit. Politik TNI, kata Jokowi, merupakan politik negara. Jokowi mengutip pesan Jenderal Sudirman. "Politik tentara politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga memegaskan sikap optimismenya tentang TNI yang akan menjadi angkatan bersenjata yang disegani negara-negara lainnya dan menjadi kekuatan besar di wilayah Asia. "Dengan penuh optimis saya katakan TNI akan jadi angkatan bersenjata yang makin disegani oleh negara lain yang jadi kekuatan besar di regional Asia," tambah Presiden.

Persoalan ancaman rongrongan terhadap Pancasila juga tak luput disinggung Presiden. Dalam kesempatan tersebut Presiden mengingatkan agar semua pihak waspada atas upaya rongrongan yang menganggu Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. "Kita harus waspada terhadap rongrongan dari dalam yang mengganggu Pancasila sebagai dasar negara kita," ingat Jokowi.

Jokowi juga menyinggung soal perkembangan informasi teknologi yang begitu cepat. Menurut dia, kemajuan tekonologi informasi tersebut menjadikan semua hal menjadi transparan. Oleh karenanya, Jokowi berharap Indonesia harus memberi pesan sebagai negara yang stabil.

Sementara terpisah, anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi juga berharap momentum peringatan HUT 72 TNI dijadikan bagi negara untuk mengokohkan TNI sebagai lembaga pertahanan yang kuat dengan sokongan alat utama sistem persenjataan yang modern dan canggih. "Harapannya TNI dapat menjadi kekuatan militer yang disegani di kancah internasional dalam rangka menjaga kedaulatan negara," kata Arwani dalam siaran pers, Kamis (5/10/2017).

Ketua Fraksi PPP MPR RI ini juga menambahkan, momentum HUT 72 TNI juga harus dijadikan oleh negara untuk meningkatkan kesejahteraan personil TNI, terlebih saat ini sedang dilakukan pembahasan RAPBN 2018. "Peningkatan kesejahteraan personil TNI ini menjadi faktor penting dalam penguatan institusi tentara," tutur anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini.

Senada dengan Jokowi, Wakil Ketua Umum DPP PPP ini juga berharap reformasi di internal TNI semakin dikukuhkan yang telah berjalan hampir dua dasawarsa lamanya dengan cara tidak pernah tergoda dalam urusan politik praktis. "TNI berada dalam jangkar politik kebangsaan yang mengukuhkan kuat bersama rakyat," tandas Arwani.

Seruan TNI tidak berpolitik dalam momentum peringatan HUT 71 TNI ini seolah menemukan tempatnya di tengah tindakan Panglima TNI yang dianggap sebagai upaya tindakan politik seperti seruan menonton film bareng G30S/PKI, sinyalemen penyelundupan 5.000 senjata. Padahal, bila dicermati lebih dalam, apa yang dilakukan Panglima TNI tersebut justru memperkukuh politik negara dan politik kebangsaan.

Komentar

 
x