Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:27 WIB

MA Disarankan Buat Panduan Hakim Praperadilan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 5 Oktober 2017 | 06:08 WIB
MA Disarankan Buat Panduan Hakim Praperadilan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali kalah dari gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka. Kali ini, KPK kalah dari Ketua DPR Setya Novanto.

Menurut Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Ganjar L Bondan, kalahnya KPK lantaran belum adanya standar hakim dalam memutus gugatan praperadilan.

"KPK kan di praperadilkan beberapa kali. Dengan alasan yang kurang lebih sama kok satu sama lain. Beberapa menang, sisanya ditolak, berarti hakim kita engga punya standar. Event mereka engga punya prosedur, mereka engga punya standar," kata Ganjar L Bondan pada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dengan demikian, dia menyarankan Mahkamah Agung (MA) membuat panduan pada hakim dalam penanganan gugatan praperadilan. Hal ini menyusul diperluasnya objek praperadilan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Dimana dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan penetapan tersangka termasuk dalam objek praperadilan. Kedepan gelombang gugatan praperadilan diyakini akan meningkat.

"Karena praperadilan diperluas, MA harus membuat panduan mengenai apa dan bagaima yang diperiksa. Siapa yang boleh tampil memberi keterangan siapa yang tidak. Nah kan kedepan bakal makin marak praperadilan, jadi dibuatkan ukuran itu," ujar dia.

Novanto sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu. Novanto kemudian mengajukan praperadilan lantaran keberatan atas status tersangka dari KPK.

Gugatan itu dimenangkan oleh Novanto. Hakim tunggal Cepi Iskandar menyatakan penetapan Novanto sebagai tersangka di KPK tidak sah lantaran tidak mengikuti prosedur.

Penetapan tersangka Novanto oleh KPK sudah dilakukan di awal penyidikan. Padahal, menurut hakim, harusnya penetapan tersangka dilakukan di akhir tahap penyidikan suatu perkara. [ind]

Komentar

 
x