Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:11 WIB

Fahri Sebut KPK Banyak Omong Kosong

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 4 Oktober 2017 | 19:24 WIB
Fahri Sebut KPK Banyak Omong Kosong
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah lembaga penegak hukum. Ia justru menilai KPK seperti kantor berita.

"KPK ini tidak bisa dibahas secara hukum, KPK kan bukan lembaga penegak hukum. KPK itu adalah kantor berita pemberantasan korupsi. Isinya sih banyak omong kosongnya," katanya di Gedung DPR Jakarta Pusat, Rabu (4/10/ 2017).

Fahri mengklaim, salah satu pernyataan KPK yang tidak bisa dibuktikan yaitu terkait kerugian negara dalam kasus korupsi dana proyek pengadaan KTP elektronik yang disebut mencapai Rp2,3 triliun. Menurut Fahri, KPK juga menduga kebanyakan uang tersebut dinikmati oleh sejumlah anggota DPR.

"Mana? Tidak ada, bohong itu. Terus katanya ada juga anggota DPR yang sudah kembalikan uangnya, itu siapa yang kembalikan?" ujar Fahri.

"Uang dari Nazarudin kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat Pak Jafar Hafsah, dia sudah bukan anggota DPR lagi, dia kembaliin. Pak Jafar ditanya, kenapa dikembaliin? Kata pak Jafar, saya enggak tahu waktu itu dikasih Nazar. Cuma mau clear saja. Tapi belum tentu itu uang KTP-el," terang Fahri.

Selain itu, Fahri juga mempertanyakan empat belas orang anggota DPR yang disebut-sebut KPK turut menerima aliran dana korupsi e-KTP.

"Siapa orang itu? Kenapa orang itu tak jadi tersangka? Dia sudah menikmati uang itu paling tidak bunganya selama tujuh tahun. Kenapa dia tak jadi tersangka? Kenapa yang belum jelas terima uang, dikoyak-koyak setiap hari, dan kami dipaksa menerima, logika konyol ini," ujarnya.

Fachri bahkan menyebut KPK sebagai lembaga yang membuat negara ricuh belakangan. KPK dinilai sebagai satu-satunya lembaga negara yang bikin ribut Indonsia.

"Sudahlah, KPK tutup saja. Mau ngomong apa lagi saya. Pak Presiden bilangnya kemana-kemana, jangan ribut, jangan ribut. Coba bikin statistik, yang bikin ribut di Indonesia cuma satu, cuma KPK. Yang lain kan tak bikin ribut. Diam saja. Ini semua kan karena KPK," tandasnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x