Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:43 WIB

Polri Klaim Pembelian Senjatanya Sesuai Prosedur

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 4 Oktober 2017 | 15:11 WIB
Polri Klaim Pembelian Senjatanya Sesuai Prosedur
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pembelian senjata SAGL (STAND Alone Grenade Launcher) oleh polri yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sesuai prosedur.

Dikonfirmasi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan postingan Divisihumasmabespolri mengenai pemeriksaan senjata. "Loh boleh silahkan (dikutip) udah bener itu kan," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dikutip dari akun Instagram resmi @Divisihumaspolri dilakukan pada hari Selasa (3/10/2017) Sekitar pukul 08.00 Wib, pemeriksaan senjata dilakukan dipimpin kabid P2 Bea dan CUKAI Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang dengan melibatkan Dandem Pom Tangerang Letkol Tri Cahyo, Personil Mabes Polri Kombes Pol Dwi Suryo Cahyono, Dansatlat Korps Brimob Kombes Pol Wahyu, Kabag Lops Korps Brimob, Kombes Wahyu Widodo,Anggota Bais TNI Mayor Armada, Sesro Paminal Polri Kombes Agung Wicaksono, Kabid Propam Korps Brimob AKBP Syaifuddin.

Tujuan pengecekan gabungan ini untuk menuntaskan dan menyelesaikan berita yang selama ini menjadi simpang siur terkait dengan kedatangan senjata pengadaan polri yang tertahan di Bandara.

Setelah dilakukan pemeriksaan gabungan, dilanjutkan dengan pengecekan fisik yang dihadiri Ka Bais, Mayjen TNI Hartono, Dir A Bais Urusan Dalam Negeri, Brigjen TNI Wahid Aprilianto, As Intel Panglima TNI, Mayjen TNI Beni. Pengecekan fisik ini bertujuan untuk memastikan kebenaran antara dokumen dengan kondisi fisik barang (senjata).

Pemeriksaan fisik senjata SAGL dilakukan dengan cara membuka kotak kayu yabg berada di gudang UNEX tersebut. Dalam setiap kotak kayu berisikan 10 pucuk senjata, aksesoris yang berupa tali sandang, tas magazen dan buku manual.

Total kotak kayu senpi berjumlah 28 kotak dan semuanya sudah sesuai dengan dokumen importasi barang. Selain itu, pemeriksaan kotak yang berisi amunisi yang berada di gudang sudah sesuai dengan dokumen importasi barang.

Setelah pengecekan dan pemeriksaan fisik selesai, maka akan dilakukan penyerahan barang dari pihak Bea dan Cukai kepada importir

Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang menyebut setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur impor senjata oleh polri, baik dari segi dokumen maupun administratif dinyatakan lengkap. [ton]

Komentar

 
x