Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:41 WIB

Ditabrak, Pelajar Sampang Tewas Gegar Otak

Oleh : - | Rabu, 4 Oktober 2017 | 11:35 WIB
Ditabrak, Pelajar Sampang Tewas Gegar Otak
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Sampang - Bertabrakan dari arah berlawanan salah satu pelajar yang berboncengan tiga asal Desa Kotah Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura tewas di lokasi kejadian yang berlangsung di Jalan Raya Jrengik, sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (3/10/2017) malam.

Korban meninggal bernama Embar (14). Sedangkan dua temannya yakni Wafi (14) dan Rosi (14) kondisinya kritis. Ketiganya tercatat sebagai siswa kelas IX SMP.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh, kecelakaan maut itu bermula ketika mobil putih Avanza bernopol L 1952 TF yang belum diketahui identitasnya melaju dari arah Surabaya ke Sampang dengan kecepatan tinggi.

Sampai di lokasi tepat Jalan Raya Jrengik, mobil tersebut kemudian menabrak pohon disisi kiri. Kuat dugaan sopir avanza itu sedang ngantuk.

Ditambah ketika itu kondisi jalan yang gelap akibat lampu penerangan terjadi pemadaman listrik. Sontak pengemudi banting setir ke kanan melewati marka jalan.

Sementara di saat bersamaan ada sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol M 4269 PB yang dikendarai Embar berboncengan dengan 2 temanya. Tabrakan pun tak terhindarkan.

"Waktu kejadian ketiga korban langsung tergeletak di lokasi, posisi mobil sudah terjerumus ke area persawahan, melihat situasi mencekam kemungkinan takut dari amukan sehingga pengendara mobil Avanza melarikan diri," terang Sodik (46) di lokasi kejadian, Selasa malam.

Banyak saksi mata di lokasi menuturkan bahwa ketiga korban tak memakai helm sehingga Embar meninggal dalam perawatan di puskesmas dengan luka mengenaskan di kepala dan dua teman lainnya kritis. Hasil diagnosa tim medis, ketiga korban mengalami luka serius dalam peristiwa naas tersebut.

"Ambar mengalami gagar otak hingga pendarahan di hidung, patah di leher, patah pergelangan tangan," jelas M. Sadar Maulana petugas medis di Puskesmas Jrengik.

Sedangkan dua korban lain, lanjut Sadar, dalam keadaan kritis. Korban bernama Wafi mengalami robek di bibir akibat luka serius di wajah. Kemudian korban Rosi harus dilarikan ke tempat sangkal putung karena mengalami patah tulang di paha kiri.

Saat ini, korban meninggal sudah dikebumikan di Dusun Dempol Desa Kotah Kecamatan Jrengik. Sementara polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Hanya saja belum bisa memberikan keterangan. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x