Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 21:30 WIB

Bendahara Saracen Terancam Dijemput Paksa?

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 3 Oktober 2017 | 18:36 WIB
Bendahara Saracen Terancam Dijemput Paksa?
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Dittipid Cyber Crime Bareskrim Polri memastikan akan memanggil tiga bendahara Saracen untuk kedua kalinya.

"Secepatnya (dipanggil lagi). Kalau sesuai prosedur ya baiknya datang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Selasa (3/10/2017).

Menurut dia, jika pada panggilan yang kedua ini ketiga bendahara bernama Retno alias Mirda, Dwiyadi, dan Riandi tak memenuhi panggilan, maka penyidik akan mengeluarkan surat perintah membawa.

"Bukan panggil paksa, kan ada surat panggilan pertama, kedua, ketiga. Nah yang.ketiga nanti dikasih surat perintah membawa," jelasnya.

Setyo pun mengimbau kepada ketiga bendahara tersebut untuk kooperatif jika dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.

"Sebagai warga negara yang taat hukum, hadir. Kalaupun tidak, beri tahu penyidik, apa alasannya yang jelas. Kalau siap untuk dipanggil beri tahu juga kapan dan jamnya," ujarnya.

Beredar kabar bahwa dua bendahara Saracen bernama Dwiyadi dan Riandi merupakan bendahara kelompok Tamasya Al Maidah saat ramai kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun, Setyo enggan mengaitkan hal tersebut.

"Saya tidak mengaitkan itu, kita bicara fakta saja. Bahwa ketiga bendahara tersebut perlu dimintai keterangan oleh penyidik," bebernya.

Polri menyebut ketiga bendahara tersebut mengetahui tentang dana aliran kelompok ujaran kebencian, meski mereka tidak terdaftar dalam struktur organisasi Kelompok Saracen. [ton]

Komentar

 
x