Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 01:51 WIB

Pulang dari Malaysia, 4 WNI Bawa Oleh-oleh Sabu

Oleh : - | Selasa, 3 Oktober 2017 | 13:50 WIB

Berita Terkait

Pulang dari Malaysia, 4 WNI Bawa Oleh-oleh Sabu
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - Customs Narcotics Team (CNT) gabungan petugas Bea Cukai Madya Pabean Juanda, Bea Cukai Jatim, BNN Propinsi Jatim, POMAL Juanda, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 3,295 kilogram yang dilakukan oleh empat WNI yang datang dari Malaysia tiba di T2 Bandara Internasional Juanda.

Keempat tersangka itu Holis (20) warga Sampang yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 685 gram, penumpang pesawat Air Asia No Flight XT 327 rute Kualalumpur-Surabaya. Holis diamankan usai menjalani pemeriksaan petugas di T2 Bandara Internasional Juanda.

Modus penyelundupan yang dilakukan oleh Holis, sabu-sabu itu dimasukkan di gagang koper yang dibawa. Koper yang dibawa, saat dimasukkan X-Ray, terdeteksi membawa sabu-sabu. Setelah dicek secara manual, sabu-sabu itu akhirnya disita petugas dan Holis diamankan

Penyelundupan sabu-sabu yang kedua dilakukan oleh Sapian Bin Alimin (50) warga Sampang, penumpang pesawat Air Asia No Flight XT 327 rute Kualalumpur-Surabaya. Modus penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan kakek ini, barang haram seberat 1500 gram itu dimasukkan dalam dinding tas dan dijahit secara rapi. Namun barang mengandung methapithamine itu terdeteksi saat masuk mesin X-Ray.

Sabu-sabu ketiga dibawa PN (48) warga Sragen Jawa Tengah yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 90 gram yang disembunyikan dalam kelamin dan sabu-sabu seberat 165 gram yang disembunyikan dalan sepasang sandal.

Sabu-sabu seberat 885 gram yang keempat diselundupkan oleh MT (25) warga Sampang. PN dan MT juga penumpang pesawat Air Asia rute Kualalumpur-Surabaya.

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jatim M Purwantoro mengatakan pengungkapan ini berkat kerjasama tim. Diakuinya, penyelundupan sabu-sabu melalui Bandara Internasional Juanda semakin mengkhawatirkan.

"Makanya seluruh tim terus waspada dan intensif dalam melakukan pengawasan dan pengetatan agar jangan sampai lolos upaya penyelundupan barang-barang terlarang tersebut," katanya.

Dirnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Gagas Nugraha menambahkan, barang haram itu kebanyakan dibawa oleh para TKI yang bekerja di Malaysia. Kebanyakan mereka diperalat, ada yang tahu dan ada yang tidak.

"Dari keempat tersangka, dua orang terlibat juga berhasil kami amankan saat pengembangan kasus. Keduanya itu kurir dan yang akan menerima barang," tegasnya.

Dalam kasus ini, tersangka melakukan pelanggaran pidana yang sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun dan atau denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x