Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:22 WIB

Penyebab Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Anjlok

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Senin, 2 Oktober 2017 | 23:39 WIB
Penyebab Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Anjlok
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Survei Media Nasional (Median) merilis hasil survei Capres 2019 dengan prensentase 40,6 persen pemilih yang menginginkan figur baru untuk bertarung.

Artinya sosok Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih belum aman untuk bertarung di Pilpres 2019. Dari segi ekonomi disebut kedua sosok ini belum mampu untuk mengatasinya.

"Masyarakat merasa pembangunan infrastruktur yang digenjot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata belum menjadi solusi atas himpitan ekonomi keseharian, bahan pokok mahal, listrik mahal. Dari data menunjukan kalau Prabowo juga belum mampu untuk mengatasi ekonomi," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun kepada Wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/10/3017).

Menurut Rico, dengan presentase yang dinilai kurang meyakinkan ini membuat pertarung Pilpres 2019 satu putaran bakal sangat minim.

"Dari hasil survei terlihat elektabilitas Jokowi belum aman, sedangkan Prabowo justru semakin menurun. Saya kira sulit rasanya kalau pertarungan Pilpres 2019 hanya akan terjadi pada kedua sosok ini," ujarnya.

Ada hal yang patut diperhatikan dari survei ini. Rico menyebut sistem perekonomian di zaman presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih baik ketimbang presiden Jokowi saat ini.

"Ini menarik perhatian, ada 32,4 persen publik yang merasa ekonomi di zaman SBY lebih baik di zaman Jokowi (30,1 persen)," jelasnya.

Sementara itu, beberapa nama muncul untuk bisa bertarung di Pilpres 2019. Sebut saja Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo hingga Djarot Syaiful Hidayat. Mereka dipandang punya peluang menjadi kuda hitam di Pilpres 2019.[jat]

Komentar

 
x