Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:44 WIB

Pimpinan DPR Dukung Pemanggilan Panglima TNI

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 2 Oktober 2017 | 19:16 WIB
Pimpinan DPR Dukung Pemanggilan Panglima TNI
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengaku setuju jika Komisi I berencana memanggil dan berdiakusi dengan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terkait polemik pembelian senjata spi (senpi).

"Ini menyangkut senjata api yang sangat sensitif sampai menimbulkan polemik di tengah masyarkat. Karena itu dalam hal ini DPR tentu sangat setuju sekali kepada kawan-kawan Komisi I untuk mengundang panglima TNI dalam hal ini bersama-sama rapat gabungan dengan Komisi III dan juga dengan Kapolri untuk sedapat mungkin melalukan rapat kerja yang sifatnya tentu tertutup juga," katanya di Gedung DPR Jakarta, Senin (2/10/2017)

Ia menjelaskan, persoalan seperti ini harus dicegah agar tidak terjadi lagi di kemudian hari dan membuat masyarakat resah. Pasalnya, untuk pembelian senjata, juga menggunakan uang rakyat.

"Karena itu tidak perlu menjadi konsumsi masyarakat yang tidak perlu karena hal demikian apapun itu tidak terjadi lagi. Dan juga hal itu sempat menimbulkan keresahan masyarakat sehingga berjalan sesuai dengan prosedur dan UU yang ada. Pengadaan barang juga kan menggunakan uang rakyat yakni APBN," ulasnya.

Ia juga mengapresiasi kerja Menkopolhukam dalam menengahi persoalan ini. Langkah itu dianggap tepat.

"Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah Menkopolhukam untuk menyamakan persepsi TNI dan kapolri karena apapun itu keduanya ini kan abdi negara, abdi masyarakat keduanya juga menggunakan APBN yang dibahas sama dengan DPR," ujarnya.

Ia berharap persoalan pengadaan barang atau anggaran apapun baiknya tidak diketahui masyarakat. Pasalnya persoalan seperti ini bisa menimbulkan multitafsir di masyarakat.

"Saya juga sebagai Wakil Ketua DPR bidang ekonomi dan keuangan tentunya sangat berkepentingan. Artinya, menjaga hal-hal demikian dalam konteks pembahasan anggaran jangan mencuat ke masyarakat. Ini akhirnya menimbulkan hal-hal yang multitafsir seolah-olah tidak kompak. Padahal, setahu saya dua institusi ini sangat kompak, sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ulasnya.

Seperti diketahui, pengiriman senjata api masih tertahan di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta. Senjata yang rencananya akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri itu dibawa dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB, Maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024.

Adapun data barang tersebut dari Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box), dengan berat total 2.212 kg.

Amunition Castior 40mm, 40x 46mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade, dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan 5000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi ke Indonesia, dalam acara Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Komentar

 
Embed Widget

x