Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:13 WIB

Polisi Bisa Panggil Paksa Bendahara Saracen

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 2 Oktober 2017 | 15:34 WIB
Polisi Bisa Panggil Paksa Bendahara Saracen
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mirda alias Retno kembali tidak memenuhi panggilan dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Dua kali sudah Retno dipanggil selalu tidak memenuhi panggilan alias mangkir. Sebelumnya dia dipanggil pada tanggal 27 September 2017.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun membuka peluang untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap Retno.

"Bendahara saracen (Retno kembali) tidak datang. Dia akan dipanggil paksa," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Pemanggilan paksa itu akan dilakukan pihaknya pada saat melayangkan surat pemanggilan ketiga. Sebab, keterangan Retno penting dilakukan karena terkait dengan pendanaan situr ujaran kebencian Saracen.

"Yang diutamakan untuk diperiksa yaitu Retno dan Asma Dewi yang sebagai bendahara Tamasya Al Maidah," kata Irwan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, pemeriksaan Retno pada hari ini merupakan yang kedua, setelah yang bersangkutan mangkir dari panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik pada Rabu 27 September 2017 lalu.

"Soal Saracen yang akan diperiksa minggu depan, Retno (selaku) bendahara. Dipanggil kemarin tidak darang, akan dipanggil lagi Senin depan," ujar Martinus dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 September 2017 lalu.

Terpisah, Kepala Subbagian Operasi Satuan Tugas Siber Dittipidsiber Bareskrim Ajun Komisaris Besar Susatyo Purnomo mengatakan, pihaknya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saks lain terkait Saracen.

Keduanya adalah Dwiyadi dan Riandini. Menurutnya, kedua sosok tersebut diduga mengetahui aktivitas Saracen walau tidak masuk dalam struktur kepengurusan Saracen.

"Mereka tidak masuk di dalam struktrur, diduga mengetahui," kata Susatyo saat dihubungi. [rok]

Tags

Komentar

 
x