Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:34 WIB

Indonesia Butuh Pemimpin yang Religius Nasionalis

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 2 Oktober 2017 | 14:01 WIB
Indonesia Butuh Pemimpin yang Religius Nasionalis
Muhaimin Iskandar - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang menggabungkan dua aspek kepemimpinan sekaligus yaitu religius dan nasionalis.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Tappil Rambe mengatakan, dua kelebihin ini terdapat dalam figur Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), A Muhaimin Iskandar.

Menurut Tappil, Cak Imin sapaan akrab A Muhaimi Iskandar, dinilai sebagai figur yang memahami paham dan konsep Religius-Nasionalis yang sudah terbukti.

Potensi tersebut menempatkan sosok yang terlahir dari keluarga pendiri Nahdlatul Ulama ini layak maju sebagai calon wakil presiden. "Dan (potensi) ini ada pada figur Cak Imin," tutur Rambe dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang kepemimpinan alternatif bangsa di Hotel Madani, Medan, Senin (2/10/2017).

Tappil Rambe menjelaskan sebelum membuat kesimpulan, para narasumber terlebih dahulu membahas kepemimpinan alternatif bangsa dari berbagai sudut pandang keilmuan, dan pendekatan akademik yang realistik dan objektif.

Menurut Tappil, ada sejumlah alasan menjadikan Cak Imin sebagai salah satu figur yang sangat layak dan ideal menjadi Cawapres pada Pemilu 2019. Pertama, terkait kekuatan yang dimiliki oleh Cak Imin.

Para narasumber menilai, latar belakang Muhaimin Iskandar dari keluaraga besar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu kekuatan figur yang satu ini.

"Selain itu, Cak Imin matang dalam dunia gerakan/aktivis," kata Tappil yang didampingi para narasumber lainnya.

Kemudian, Cak Imin dinilai berpengalaman dalam aktifitas media, matang dalam pendidikan, matang dalam hal politik dengan segala kedudukan yang pernah ada, dan memamahi kerja-kerja eksekutif karena pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia menggarisbawahi, yang tak kalah pentingnya, Cak Imin memiliki basis massa yang rill dengan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2014 sebesar 11.298.957 atau 9,04 persen.

Apalagi, lanjutnya, Cak Imin memiliki jaringan sosio kultural. Perkembangan PKB dari pemilu ke pemilu terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam rangka menjadi PKB ada di mana-mana. Dan hasilnya adalah bahwa PKB telah mulai ada hampir di semua Nusantara.

Poin penting yang dimiliki Cak Imin, lanjut Tappil, memiliki kecerdasan intelektual dan kematangan spritual. Memiliki usia muda dan pemikiran yang progressif.

Hadir sebagai narasumber Prof Badaruddin MSi dari Universitas Sumatara Utara (USU), Dr Warjio dari Universitas Medan Area (UMA), Dr Lelya Khairani MSi, Sohibul Anshor Siregar dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Dr Bahkrul Amal Khair.[jat]

Komentar

 
x