Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 20:10 WIB

KLHK: Jumlah Hotspot Terus Menurun

Oleh : - | Jumat, 29 September 2017 | 19:57 WIB
KLHK: Jumlah Hotspot Terus Menurun
(Foto: KLHK)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (28/09/2017) pukul 20.00 WIB, mencatat hanya 1 hotspot berdasarkan satelit NOAA, yaitu di Sulawesi Selatan. Sedangkan pantauan satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level di atas 80% terpantau 7 hotspot.

Satelit TERRA AQUA (LAPAN) menunjukkan 27 hotspot, yaitu di Sulawesi Utara 6 titik; Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 5 titik; Sulawesi Barat 4 titik; Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat masing-masing 2 titik; dan Kalimantan Selatan 1 titik.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan menyampaikan, meskipun dalam kurun satu pekan ini pantauan jumlah hotspot atau titik panas cenderung menurun, pihaknya tetap mengutamakan kewaspadaan melalui upaya-upaya pencegahan. Di antaranya terus menggiatkan patroli, pengecekan lapangan (groundcheck), dan pemadaman dini oleh Manggala Agni.

"Sampai saat ini, patroli terpadu bersama para pihak masih terus dilakukan di delapan provinsi rawan dengan mendirikan dan mengaktifkan 300 posko desa dengan jangkauan 1.204 desa rawan Karhutla," jelas Raffles.

Di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Semitau melakukan groundcheck terhadap hasil pantauan hotspot yang berada di Desa Tinting Seligi, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Hasilnya ditemukan lahan bekas terbakar sekitar 2,5 Ha.

Di Kalimantan Selatan, Heli Bell 412 KLHK melaksanakan patroli udara di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Hasil pantauan udara menunjukkan masih ditemukan beberapa titik api dan lahan bekas terbakar.

Sementara itu di Sulawesi Tenggara, Manggala Agni Daops Tinanggea bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman yang terjadi Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Para petugas yang tergabung dalam tim patroli terpadu berhasil melakukan pemadaman di lahan seluas 4,25 Ha. Satu orang tersangka pelaku pembakar lahan berhasil diamankan.

Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, dalam tahun 2017 sampai dengan 28 September 2017, mencatat dari hasil pantauan Satelit NOAA jumlah hotspot sebanyak 2.272 titik. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.320 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.048 titik atau 31,56%.

Sedangkan berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level di atas 80% terpantau sebanyak 1.628 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.483 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.801 titik atau 51,70%. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x