Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Januari 2018 | 15:16 WIB

Usut Suap Izin Transmart

KPK Periksa CEO dan Bendahara Klub Cilegon United

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 29 September 2017 | 13:52 WIB
KPK Periksa CEO dan Bendahara Klub Cilegon United
Juru Bicara ‎KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) klub bola Cilegon United, Yudhi Apriyanto dan Bendaharanya, Wahyu Ida Utama dijadwalkan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini.

Yudhi Apriyanto dan Wahyu Ida bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pemulusan izin pembangunan Transmart di Cilegon.

"Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka TDS (Tubagus Dony Sugihmukti)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (29/9/2017).

Diketahui sebelumnya, Tubagus Dony Sugihmukti ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus suap terhadap Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, bersama dengan lima orang lainnya.

Selain Tubagus Dony, KPK juga telah menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Kelima orang tersebut yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi; pihak swasta, Hendri; serta Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira.

Sedangkan dua lainnya yang diduga sebagai pihak pemberi suap yakni, Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo; dan Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan; kelima telah dilakukan penahanan di rutan KPK yang berbeda-beda.

Keenam tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemulusan proses perizinan rekomendasi Analisis Mengenanai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu prasyarat perizinan pembangunan Mall Transmart.

Atas perbuatannya, Iman, Dita dan Hendry yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bayu Dwinanto, Dony dan Eka yang diduga selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[jat]

Komentar

 
x