Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 17:15 WIB

Ketua PN Bengkulu Nonaktif Diperiksa KPK

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 26 September 2017 | 11:20 WIB
Ketua PN Bengkulu Nonaktif Diperiksa KPK
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu nonaktif Kaswanto dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Hakim Dewi Suryana.

Kaswanto akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk Syuhadatul Islamy (SI) selaku pihak yang memberikan suap ke Hakim Dewi Suryana.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka SI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Bersama Kuswanto, penyidik KPK juga memanggil Adi Irawan selaku pihak swasta. Adapun Kuswanto saat ini sudah dinonaktifkan oleh Mahkaman Agung. Bahkan dia sudah menjalani pemeriksaan etik.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka antara lain: Hakim anggota Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana; Panitera Pengganti, Hendra Kurniawan; PNS, Syuhadatul Islamy.

Ketiganya terlibat kasus dugaan suap Penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017/PN-Bgl dengan terdakwa Wilson. Suap itu diberikan bertujuan agar hakim meringankan hukuman Wilson. Adapun nilai suap sebesar Rp 125 juta.

Atas perbuatanya, Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Syuhadatul Islamy disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [rok]

Tags

Komentar

 
x